Diberdayakan oleh Blogger.

RSS

Alat permainan Matematika AUD

ALAT PERMAINAN MATEMATIKA AUD








  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Karakteristik Motorik Kasar AUD



BERMAIN DAN PERMAINAN
KARAKTERISTIK MOTORIK KASAR AUD



Oleh :
Kelompok 4

1.       WAHYU PUTRI M.                  1200800
2.      WETRIA NOVIA                       1200802
3.      ZAKIATUR RAHMA                 1200807
4.      HANY RESKA PUTRI               1200812
5.      SUCI MUHARNI                        1200818
6.      RIDHA FADILA PUTRI             1200830
7.      WIDYA PUTRI                             1200832
8.      ANNISA MUHARRAMAH       1200835
9.      GITA ASMARA W.S                        1200


JURUSAN PG – PAUD REGULER 2012
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2014

A.    Pengertian Motorik Kasar  
Perkembangan motorik adalah proses tumbuh kembang kemampuan gerak seorang anak. Pada dasarnya, perkembangan ini berkembang sejalan dengan kematangan saraf dan otot anak. Sehingga, setiap gerakan sesederhana apapun merupakan hasil pola interaksi yang kompleks dari berbagai bagian dan system dalam tubuh yang dikontrol oleh otak. Kemampuan motorik terbagi dua yaitu motorik kasar dan motorik halus.menurut Syamsyudin, Motorik kasar adalah aktivitas dengan menggunakan otot-otot besar yang meliputi gerak dasar lokomotor, nonlokomotor........ (Widarmi:2008).
 Gerak Motorik Kasar adalah kemampuan yang membutuhkan koordinasi sebagian besar bagian tubuh anak. Oleh karena itu, biasanya memerlukan tenaga karena dilakukan oleh otot-otot yang lebih besar. Motorik kasar anak akan berkembang sesuai dengan usianya (age appropriateness). Orang dewasa tidak perlu melakukan bantuan terhadap kekuatan otot besar anak. Jika anak telah matang, maka dengan sendirinya anak akan melakukan gerakan yang sudah waktunya untuk dilakukan. (wijaya; 2008) misalnya, seorang anak usia 6 bulan belum siap duduk sendiri, maka orang dewasa tidak perlu memaksakan dia duduk di sebuah kursi. Pada masa kanak-kanak kemampuan motorik berkembang sejalan dengan perkembangan kemampuan kognitif anak .
Sejalan dengan kemampuan fisik yang terjadi, lebih lanjut menurut Rini Handayani, anak usia 4-6 tahun yang melalui masa preschool memiliki banyak keuntungan dalam hal fisik motorik bila dilakukan lewat permainan-permainan. Tinning (ulfiani:2003) menyatakan dengan pesatnya inovasi pendidikan dewasa ini, sangat memungkinkan kalangan praktisi pendidikan, khususnya pendidikan jasmani untuk melakukan modifikasi. Modifikasi tersebut timbul berdasarkan tuntutan pengembangan untuk memecahkan beberapa masalah yang dijumpai di lapangan seperti kejenuhan anak, kurang tereksploitasinya kemampuan gerak anak, dan karakteristik anak usia dini yang berbeda dengan anak dewasa. Modifikasi tersebut dapat berupa perubahan luas lapangan, alat yang digunakan, peraturan yang digunakan, dan lain-lain.
B.     Tujuan dan fungsi pengembangan motorik kasar
a.       Untuk kesimbangan tubuh anak
b.      Melentur kan otot-otot anak
c.       Mengembangkan kecerdasan anak karena dapat merangsang otak melalui gerakan aliran atau peredaran darah yang lancar yang dapat mengalirkan oksigen ke otak sehingga syaraf-syaraf otak dapat berkembang
d.      Untuk kelincahan gerakan anak
e.       Sebagai alat untuk menunjang pertumbuhan jasmani yang kuat, sehat dan terampil
f.       Meningkat kan kemampuan mengelola, mengontol gerakan tubuh dan koordinasi serta meningkat kan keterampilan tubuh dan cara hidup sehat


C.    Prinsip perkembangan motorik kasar
1.      Anak usia TK sudah memiliki kemampuan melihat dengan fokus yang benar, sehingga guru dapat memberikan aktivitas melempar bola, ia telah memiliki kemampuan melihat bola di lempar kea rah nya dan d I tangkap oleh tangan, guru dapat menciptakan aneka aktivitas dengan menggunakan karakteristik ini.
2.      Anak usia TK telah dapat melakukan serangkaian gerakan secara berkelanjutan misalnya gerakan menangkap, melempar, menedang.
3.      Guru perlu memberikan relaxasi pada anak setelah mereka beraktivitas atau melakukan suatu gerakan.
4.      Gerakan oposisi, gerakan ini perlu di perkenalkan pada anak, gerakan oposisi adalah gerakan seperti berjalan atau berlari dimana posisi tangan kanan di ayun kan ke depan di koordinasikan dengan langkah kaki kanan ke depan. Koordinasi ini dapat di latih kan kepada anak dalam kegiatan baris berbaris
5.      Pemindahan beban, gersksn pemindahan pada anak dapat di lakukan dengan mengajar kan kepada mereka gerakan memanjat pohon. Pemindahan beban dengan satu kaki dapat mengajar kan keseimbangan dan merasakan pemindahan beban pada tubuh mereka
6.      Tenaga sebagai guru TK memberikan aktivitas kepada anak TK sebagai contoh menendang bola atau menahan beban.

D.    Perkembangan motorik kasar anak TK
Perkembangan motorik merupakan proses memperoleh keterampilan dan pola gerakan yang dapat di lakukan anak, misalnya dalam kemampuan motorik kasar anak belajar menggerkkan seluruh tubuh, kemudian metode yang di gunakan adalah metode kegiatan yang dapat memacu semua kegiatan motorik kasar yang perlu di kembangkan anak seperti anaka dapat belajar menangkap bola, menendang, meloncat dan lain sebagainya
                Pada usia 3-4 tahun perkembnagan motorik kasar anak, seperti, menangkp bola besar dengan tangan lurus di depan badan, berdiri dengan 1 kaki selama  5 detik, melompat sejauh 1 meter menggunakan bahu dan siku pada saat melempar bola hingga 3 meter, melompat dengan satu kaki,dll
Sedangkan perkembangan motorik kasar anak usia 5-6 tahun seperti, berlari dan langsung menendang bola, melompat-lompat dengan kaki bergantian, melambungkan bola tenis dengan satu tangan dan menangkapnya dengan satu tangan, berjalan pada garis yang sudah di tentukan, berinnjit dengan tangan dan pinggul, mengayuhkan satu kaki kedepan atau kebelakang tanpa kehilangan keseimbangan
Secara langsung pertumbuhan anak akan menentukan keterampilannya dalam bergerak, sedangkan secara tidak langsung, pertumbuhan dan kemampuan fisik atau motorik anak akan mempengaruhi cara anak memandang dirinya sendiri dan orang lain.
Seefel (widarmi 2008) menggolongkan tiga keterampilan motorik anak yaitu:
1.      Gerak lokomotor ( gerakan berpindah tempat ) dimana bagian tubuh tertentu bergerak atau berpindah tempat; misalnya jalan,lari,dan loncat. Gerak lokomotor ini membantu mengembangkan kesadaran anak akan tubuhnya dalam ruang. Kesadaran ini disebut kesadaran persepsi motorik yang meliputi kesadaran akan tubuh sendiri, waktu, hubungan ruang, konsep arah, visual, dan pendengaran. Kesadaran ini akan terlihat dari usaha anak meniru, gerakan-gerakan anak lain atau gurunya.
·         Berbaring
Beberapa variasi gerakannya, sebagai berikut :
a. Berbaring terlentang
b. Berbaring telungkup
c. Berbaring miring ke kanan
d. Berbaring miring ke kiri
·         Berjalan
Jalan adalah suatu gerakan melangkah ke segala arah yang dilakukan oleh siapa saja dan tidak mengenal usia. Namun demikian, gerakan yang tidak diperhatikan pada masa usia sekolah dasar dikhawatirkan akan mengakibatkan kelainan dalam berjalan di kemudian hari. Untuk itu gerak berjalan maupun bentuk-bentuk latihan dalam berjalan harus disosialisasikan dengan cara bermain, baik itu dalam kelompok kecil maupun besar.
·         Berlari
Berlari bisa dimanfaatkan oleh guru sebagai dasar untuk memberikan olah tubuh kepada siswa secara teratur. Guru bisa memanfaatkan faktor-faktor gerakan, seperti tempat, waktu, dan kekuatan untuk menciptakan berbagai variasi berlari. Variasi dapat juga diciptakan dengan menggunakan fungsi-fungsi tubuh dan anggota bagian tubuh. Berlari tidak banyak berbeda dengan berjalan, hanya saja akan lebih cepat sampai tujuan dan gerakannya suatu saat melayang di udara atau agak melompat.
·         Melompat
Lompat adalah suatu gerakan mengangkat tubuh dari suatu titik ke titik lain yang lebih jauh atau tinggi dengan ancang-ancang lari cepat atau lambat dengan menumpu satu kaki dan mendarat dengan kaki atau anggota tubuh lainnya dengan keseimbangan yang baik. Contoh pengembangan gerak lompat, misalnya lompat jauh.
·         Meloncat
Loncat adalah suatu gerakan mengangkat tubuh dari suatu titik ke titik lain yang lebih jauh atau tinggi dengan ancang-ancang dari cepat atau lambat dengan menumpu dua kaki dan mendarat dengan kaki atau anggota tubuh lainnya dengan keseimbangan yang baik.
·         Melempar
Melempar adalah gerakan mengarahkan satu benda yang dipegang dengan cara mengayunkan tangan ke arah tertentu. Gerakan ini dilakukan dengan menggunakan kekuatan tangan dan lengan serta memerlukan koordinasi beberapa unsur gerakan, misalnya lengan dengan jari yang harus melepaskan benda yang dipegang pada saat yang tepat.

2.      Gerak non-lokomotor ( gerakan tidak berpidah tempat ) dimana sebagian anggota tubuh tertentu saja yang digerakkan namun tidak berpindah tempat. Keterampilan ini sering dikaitkan dengan keseimbangan atau kestabilan tubuh, yaitu gerakan yang membutuhkan keseimbangan pada taraf tertentu, seperti berputar dan mengayunkan kedua tangan ditempat.
·         Gerakan stabilisasi ( nonlokomotor ) termasuk didalamnya, seperti :
a.      Dodging (mengelak/menghindar)
b.      Stretching dan Bending (merenggangkan & membungkuk)
c.       Twisting dan Turning (membelok & menyusun)
d.      Swinging dan Swaying (mengikuti arus & mengayun)
e.       Pushing dan Pulling (mendorong & menarik)

3.      gerakan manipulatif, meliputi pengguanaan serta pengontrolan gerakan oto-otot kecil yang terbatas, terutama yang berada di tangan dan kaki.
Beberapa gerakan yang termasuk di dalam gerakan manipulatif adalah menggelindingkan bola atau sejenisnya, melempar dan menangkap, menahan atau trapping, memantul atau men-dribbling, memukul.
1.      Menggelindingkan Bola atau rolling, meliputi pengarahan gaya atau tenaga terhadap suatu objek yang mempertahankan kontaknya dengan permukaan tempat benda tersebut bergerak.
2.      Melempar merupakan keterampilan manipulatif yang rumit yang menggunakan satu atau dua tangan untuk melontarkan objek menjauhi badan ke udara. Selain tergantung dari beberapa faktor (ukuran anak, ukuran objek, dan lain sebagainya), lemparan dapat di lakukan di bawah tangan, di atas kepala, di atas lengan atau di samping.
3.      Menangkap merupakan gerakan dasar manipulasi yang melibatkan penghentian suatu objek yang terkontrol oleh satu atau kedua tangan. Pada tahap awal biasanya objek akan dihentikan dengan satu bagian atau beberapa bagian anggota tubuh. Penguasaan koordinasi mata tangan akan memudahkan bagi mereka untuk menangkap objek yang melayang ke hadapannya.
4.      Pushing dan Pulling, Pushing atau mendorong adalah usaha pengerahan gaya atau kekuatan dalam melawan suatu objek atau orang, apakah mendorong untuk menyingkirkan objek dari badan atau mendorong badan menjauhi objek.
Pulling di lain pihak diartikan sebagai tarikan, ini merupakan pengerahan tenaga yang mengakibatkan objek atau orang bergerak mendekati badan.
E.     Karakteristik Perkembangan Motorik Anak TK
Pada saat anak mencapai tahapan prasekolah (3-6 tahun) ada ciri yang jelas berbeda antara anak bayi dan anak prasekolah. Perbedaannya terletak dalam penampilan, proporsi tubuh, berat, panjang badan dan keterampilan yang mereka miliki. Dengan bertambahnya usia, perbandingan antar bagian tubuh, akan berubah. Dengan bertambahnya usia, letak grativitas makin berada dibawah tubuh; dengan demikian bagi anak yang makin berkembang usianya, keseimbangan tersebut ada di tungkai bagian bawah (dalam Patmonodewo:2003). Melalui pengamatan perkembangan jasmani, pertumbuhan bersifatcephalo-caudal (mulai dari kepala menuju bagian tulang ekor) dan proximo-distal (mulai dari bagian tengah ke arah tepi tubuh). Gerakan otot kasar lebih dahulu berkembang sebelum gerakan otot halus. Pengendalian otot kepala dan lengan lebih dahulu berkembang dari pengendalian otot kaki. Kecepatan perkembangan jasmani dipengaruhi oleh gizi, kesehatan dan lingkungan fisik lain misal tersedianya alat permainan serta kesempatan yang diberikan kepada anak untuk melatih berbagai gerakan.
Menurut Gassel & Ames dan Illing Sworth (mosvirohtadkirotun) pola umum perkembangan motorik terdiri dari 8 tahap yaitu :
1.      Continuity (Bersifat Kontinyu/terus menerus)
2.      Uniform Sequence (Memiliki tahapan yang sama)
3.      Maturity (Kematangan)
4.      Umum ke Khusus
5.      Refleks ke gerak terkoordinasi dan bertujuan
6.      Bersifat Chepalocaudal Direction
7.      Bersifat Proximodistal
8.      Koordinasi Bilateral menuju Crosslateral
Pada usia enam tahun berat badan anak harus kurang lebih tujuh kali berat pada waktu lahir. Anak perempuan rata-rata beratnya 48,5 pon dan anak laki-laki 49 pon. Tulang kakinya tumbuh dengan cepat. Tingkat pengerasan otot bervariasi pada bagian-bagian tubuh mengikuti hukum perkembangan arah. Otot menjadi lebih besar, lebih kuat dan lebih berat, sehingga anak tampak lebih kurus meskipun beratnya bertambah. Pertumbuhan otaknya pada usia lima tahun sudah mencapai 75% dari ukuran orang dewasa, dan 90%  pada usia 6 tahun.
           Karakteristik perkembangan motorik kasar anak TK
·         Gerak  motorik kasar melibatkan seluruh bagian-bagian tubuh ank terutama otot-otot besar, misalnya berlari, melompat, melempar, menangkap, dll
·         Pertumbuhan relative stabil, anggota badan terus tumbuh dengan cepat dalam proposi yang seimbang, keseimbangan perkembangan jadi lebih baik
·         Gerakan motorik kasar membutuh kan tenaga yang banyak karena seluruh anggota tubuh ikut bergerak
Menurut Rusda Koto dan Sri Maryati, (Agustin & Wahyudin;2010) dalam perkembangannya, mungkin ditemukan beberapa hambatan pada anak diantaranya :
a.       Gangguan Fungsi panca indra
Gangguan panca indra yang banyak menimbulkan masalah pada anak adalah gangguan panca indra penglihatan dan pendengaran. Kekurangan daya penglihatan dan pendengaran dapat diketahui jika derajat penyimpangannya sudah cukup besar dari yang normal. Sebaliknya bila taraf kekurangannya masih ringan, cukup sulit untuk menditeksi kesulitan yang dihadapi anak.
b.      Cacat Tubuh
Cacat tubuh umumnya terdapat pada tangan, kaki atau wajah. Bila seorang anak mengalami cacat tubuh pada tangan atau kaki, maka perkembangannya akan mengalami gangguan karena pada masa usia dini kemampuan tubuh sangat penting untuk menunjang perkembangannya. Anak perlu melatih kemampuan melempar dan menangkap bola, membentuk dan menggunting. Demikian juga cacat pada wajah akan menumbuhkan rasa tidak percaya diri pada anak.
c.       Kegemukan
Kegemukan selalu dianggap bahaya pada tingkat usia manapun. Kegemukan akan membahayakan kesehatan. Kegemukan seringkali kita temukan pada anak usia dini, dan orang tua kadangkala membiarkan atau bahkan senang dengan kegemukan anak karena anak tampak lucu dan menggemaskan. Kegemukan yang dialami anak sejak dini perlu diwaspadai karena berbahaya bagi perkembangan selanjutnya. Kegemukan dapat menyebabkan penyakit jantung, diabetes, tekanan darah tinggi dan sebagainya.
d.      Gangguan gerak peniruan (stereotipik)
Gejala yang nampak dari gangguan stereotipik adalah gerakan motorik kasar (gross motor movement) yang tidak wajar. Gerakan yang disebabkan karena kebiasaan tetapi mempunyai akibat yang tidak baik dan seringkali berkepanjangan. Contoh gerakannya: membenturkan kepala, menggoyang-goyangkan badan, gerakan tangan yang berulang, cepat dan berirama atau gerakan disengaja yang berulang yang secara khas meliputi tangan dan jari.

DAFTAR PUSTAKA

      Hurlock,Elizabeth.1980.Psikologi Perkembangan.Jakarta:Erlangga
Montolalu.2009.Bermain dan Permainan Anak.Jakarta:Universitas Terbuka
Widarmi, D., Sriratna, G., dan Yulianti. (2008).Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini (Edisi kesatu). Jakarta: universitas terbuka

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS