Diberdayakan oleh Blogger.

RSS

Ilmu Tajwid


Tajwīd (تجويد) secara harfiah bermakna melakukan sesuatu dengan elok dan indah atau bagus dan membaguskan, [1] tajwid berasal dari kata Jawwada (جوّد-يجوّد-تجويدا) dalam bahasa Arab. Dalam ilmu Qiraah, tajwid berarti mengeluarkan huruf dari tempatnya dengan memberikan sifat-sifat yang dimilikinya. Jadi ilmu tajwid adalah suatu ilmu yang mempelajari bagaimana cara membunyikan atau mengucapkan huruf-huruf yang terdapat dalam kitab suci al-Quran maupun bukan.
Adapun masalah-masalah yang dikemukakan dalam ilmu ini adalah makharijul huruf (tempat keluar-masuk huruf) [2], shifatul huruf (cara pengucapan huruf), ahkamul huruf (hubungan antar huruf), ahkamul maddi wal qasr (panjang dan pendek ucapan), ahkamul waqaf wal ibtida’ (memulai dan menghentikan bacaan) dan al-Khat al-Utsmani.
Pengertian lain dari ilmu tajwid ialah menyampaikan dengan sebaik-baiknya dan sempurna dari tiap-tiap bacaan ayat al-Quran. Para ulama menyatakan bahwa hukum bagi mempelajari tajwid itu adalah fardhu kifayah tetapi mengamalkan tajwid ketika membaca al-Quran adalah fardhu ain atau wajib kepada lelaki dan perempuan yang mukallaf atau dewasa.

MAKHARIJUL HURUF
1.       1. Pengertian
Makhorijul Huruf ditinjau dari morfologi berasal dari Fi’il Madhi "خَرَجَ " yang berarti “Keluar ”. Kemudian diikutkan wazan "مَفْعَل ٌ" yang bershighat isim makan menjadi "مَخْرَجٌ " yang berarti “Tempat Keluar ”. Bentuk jama’nya adalah "مَخَارِجُ الْحُرُوْفِ " yang berarti “Tempat-Tempat Keluar Huruf ”. Jadi “Makhorijul Huruf ” adalah “Tempat-Tempat Keluarnya Huruf ”.
Secara bahasa Makhraj artinya : مَوْضِعُ الْخُرُوْج ِ , yang berarti tampat keluar . Sedangkan menurut istilah , Makhraj adalah : اِسْمُ لِلْمَحَلِّ الَّذِى يُنْشَاءُ مِنْهُ الْحَرْفُ , suatu nama tempat , yang pada huruf dibentuk (diucapkan).
Jadi Makhorijul Huruf adalah tempat-tempat keluarnya huruf pada waktu huruf-huruf itu dibunyikan. Ketika membaca Al-Qur’an , setiap huruf harus dibunyikan sesuai dengan Makhrajnya . Kesalahan dalam pengucapan huruf dapat menimbulkan perbedaan makna atau kesalahan arti pada bacaan yang sedang dibaca. Dalam kondisi tertentu, kesalahan ini bahkan dapat menyebabkan kekafiran apabila dilakukan dengan sengaja.
Kesalahan Makhraj yang menyebabkan berubahnya arti misalnya Ha’ (ح ) pada lafazh "الرَّحِيْم ُ" yang artinya “Maha Penyayang ” pada kalimat basmalah yang terbaca Kha’ "الرَّخِيْم ُ" (خ ) yang artinya “Suara Merdu ”. Maka jauhlah artinya dari apa yang dikehendaki Allah swt.

2.       2. Cara Mengetahui Tempat Keluarnya Huruf
Cara mengetahui tempat keluarnya huruf adalah dengan men-sukun atau men-tasydid huruf tersebut, kemudian menambahkan satu huruf hidup sebelumnya. Contoh :
بَ
menjadi
اَبْ
atau
اَبَّ
سَ
menjadi
اَسْ
atau
اَسَّ
قَ
menjadi
اَقْ
atau
اَقَّ


3.       3. Pembagian Makharijul Huruf
Para ulama berbeda pendapat tentang pembagian Makharijul Huruf . Imam Syibawaih dan Asy-Syathibiy berpendapat bahwa Makharijul Huruf terbagi atas 16 Makhraj , sementara menurut Imam Al-Fara’ terbagi atas 14 Makhraj . Manum pendapat yang paling masyhur dalam masalah ini adalah yang menyatakan bahwa Makharijul Huruf terbagi atas 17 Makhraj . Imam Khalil bin Ahmad menjelaskan bahwa pendapat inilah yang banyak dipegang oleh Qari’ termasuk Imam ibnu Jazariy serta para ahli Nahwu .
Selanjutnya, ketujuhbelas Makhraj ini di klasifikasikan kedalam lima tempat. Lima temat inilah yang merupakan letak Makhraj dari setiap huruf yang telah kita ketahui saat ini.

Lima tempat yang dimaksud dalam Makhrijul Huruf   itu adalah :
a.        a. Al-Jauf (الجوف) , Rongga Tenggorokkan dan Mulut                   
b.        b. Al-Halq (الحلق) , Tenggorokkan                                             
c.        c. Al-Lisan (اللّسان) , Lidah                                                      
d.         d. Asy-Syafatan (الشفتان) , Dua Bibir                                       
e.        e. Al-Khaisyum (الخيشوم) , Pangkal Hidung




  • 1. PENGERTIAN MAKHORIJUL HURUFKata makharijul huruf berasal dari bahasa Arab, yang terdiri dari dua kata, yaitusebagai berikut :1) Makharij( ) Kata ini adalah jama’ dari kata makhraj( )yang berarti tempat keluar.2) Al-Huruf ( ) Kata ini adalah jama’ dari al-harfu ( ) yang berarti huruf.Jadi menurut bahasa yang dimaksud dengan makharijul huruf itu ialah tempat-tempat keluarnya huruf. Sedangkan menurut istilah dalam ilmu tajwid, yangdimaksud dengan makharijul huruf yaitu tempat-tempat atau letak keluarnyahuruf-huruf hijaiyah ketika membunyikannya.
  • 2. PEMBAGIAN MAKHORIJUL HURUF Makhorijul Huruf Hujaiyah itu ada 17 tempat, dan bila diringkas ada 5tempat, yatu; Al-Jauf (lubang /rongga mulut), Al-Halqu (tenggorokan /kerongkongan), Al-Lisanu (lidah), Asy-Syafatain (dua bibir) dan Al-Khoisyum(janur hidung). Penjelasan dari masing-masing makhorijul huruf tersebut adalahsebagai berikut :a) Al-Jauf ( ), artinya rongga mulut dan rongga tenggorokan. Yaitu tempat keluarnya huruf hijaiyah yang terletak pada rongga mulutdan rongga tenggorokan. Bunyi huruf yang keluar dari rongga mulut dan ronggatenggorokan ada tiga macam, yaitu ; alif ( ), wawu mati ( ) dan ya’ mati ( )dengan penjelasan sebagai berikut :1) Alif dan sebelumnya ada huruf yang difathah Contoh :2) Wawu mati dan sebelumnya ada huruf yang didhommah Contoh :3) Ya’ mati dan sebelumnya ada huruf yang dikasrah Contoh :
  • 3. b) Al-Halqu ( ), artinya tenggorokan / kerongkongan Yaitu tempat keluar bunyi huruf hijaiyah yang terletak padakerongkongan / tenggorokan. Dan berdasarkan perbedaan teknispelafalannya, huruf-huruf halqiyah (huruf-huruf yang keluar daritenggorokan) dibagi menjadi tiga bagian yaitu ;1) Aqshal halqiy (pangkal tenggorokan), yaitu huruf hamzah ( )dan ha’ ( )2) Wasthul halqiy (pertengahan tenggorokan), yaitu huruf ha’ ( ) dan ’ain ( )3) Adnal halqiy (ujung tenggorokan), yaitu huruf ghoin ( ) dan kho’ ( )
  • 4. c. Al-Lisan ( ), artinya lidah Bunyi huruf hijaiyah dengan tempat keluarnya dari lidah ada 18huruf, Berdasarkan delapan belas huruf itu dapat dikelompokkan menjadi 10makhraj, yaitu sebagai berikut :1) Pangkal lidah dan langit-langit mulut bagian belakang, yaitu huruf Qof ( ).2) Pangkal lidah bagian tengah dan langit-langit mulut bagian tengah, yaitu hurufKaf ( ).3) Tengah-tengah lidah, yaitu huruf Jim ( ), Syin ( ) dan Ya’ ( ).4) Pangkat tepi lidah, yaitu huruf Dlod ( ).5) Ujung tepi lidah, yaitu huruf Lam ( ).6) Ujung lidah, yaitu huruf Nun ( ).7) Ujung lidah tepat, yaitu huruf Ro’ ( ).8) Kulit gusi atas, yaitu Dal ( ), Ta’ ( ) dan Tho’ ( ).9) Runcing lidah, yaitu huruf Shod ( ), Sin ( ) dan Za’ ( ).10) Gusi, yaitu huruf Dho’ ( ), Tsa’ ( ) dan Dzal ( ).
  • 5. d. Al-Syafatain, artinya dua bibir Yaitu tempat keluarnya huruf hijaiyah yang terletak pada keduabibir.Yang termasuk huruf-huruf syafatain ialah wawu ( ), fa’ ( ), mim ( )dan ba’ ( ) dengan perincian sebagai berikut :1) Fa’ ( ) keluar dari dalamnya bibir yang bawah, serta menepati dengan ujung dua gigi seri yang atas.2) Wawu, Ba, Mim ( , , ) keluar dari antara dua bibir (antara bibir atas dan bawah). Hanya saja untuk Wawu bibir membuka, sedangkan untuk Ba dan Mim bibir membungkam.“Empat huruf tersebut di atas lazimnya disebut huruf SYAFAWIYAH, artinyahuruf-huruf sebangsa bibir.”
  • 6. e. Al-Khaisyum, artinya pangkal hidung Yaitu tempat keluarnya huruf hijaiyah yang terletak pada janurhidung. Dan jika kita menutup hidung ketika membunyikan huruftersebut, maka tidak dapat terdengar. Adapun huruf-hurufnya yaituhuruf-huruf ghunnah mim dan nun dengan ketentuan sebagai berikut:1) Nun bertasydid ( )2) Mim bertasydid ( )3) Nun sukun yang dibaca idghom bigunnah, iqlab dan ikhfa’ haqiqiy4) Mim sukun yang bertemu dengan mim ( ) atau ba ( )
  • 7. SIFAT-SIFAT HURUF Sifat menurut bahasa adalah suatu keadaan yang menetap padasesuatu yang lain. Menurut istilah adalah keadaan yang baru datang yangberlaku bagi suatu huruf yang dibaca tepat keluar dari makhrajnya. Dari sifat-sifat huruf yang ada, maka tiap-tiap huruf hijaiyahdalam Al-Qur’an paling sedikit mempunyai 5 sampai 7 sifat. Kita bagimenjadi dua kelompok, yaitu:
  • 8. I. Sifat-sifat huruf yang berlawanan sebanyak 5 sifat ditambah lawannya5 sifat, sehingga seluruhnya menjadi 10 sifat, yaitu :1. (JAHAR) = Jelas 2. (HAMAS)= Samar3. (SIDDAH) = Tertahan 4. (Rakhawah) = Terlepas5. (ISTI’LA’)= Terangkat 6. (ISTIFAL) = Turun7. (ITHBAQ) = Tertutup 8. (INFITAH) = Terbuka9. (ISHMAT)= Diam 10 (IDZLAQ) = Lancar
  • 9. II. Sifat-sifat huruf yang tidak berlawanan sebanyak 9 yaitu :1. (TAWASSUTH) = Pertengahan antara Syiddah dan Rakhawah2. (LAYYIN) = Lunak3. (INHIRAF) = Condong4. (TAKRIR) = Mengulang-ulang5. (SHAFIR) = Siul/Seruit6. (TAFASY-SYI) = Menyebar7. (QALQALAH) = Goncang8. (ISTITHALAH)= Memanjang9. (GHUNNAH) = Berdengung
  • 10. Kesimpulan Semua huruf hijaiyah pelafalannya atau pengucapannya berbeda– beda sesuai dengan tempat keluarnya huruf tersebut. Di dalam hokumtajwid telah ditentukan cara dan tempat keluarnya huruf – huruf hijaiyahyang benar, yakni lewat rongga mulut dan rongga tenggorokan, duabibir, lidah, tenggorokan / kerongkongan, dan pangkal hidung. Dan sifathuruf maksudnya yakni pelafalan huruf hijaiyah yang keluar daritempatnya dengan tepat dan benar.


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Cara pengucapan huruf hijaiyah dari rongga mulut


TUGAS INDIVIDU

 METODE PENGENALAN BACA TULIS
AL-QUR’AN AUD





OLEH :
WAHYU PUTRI MELATI




CARA PENGUCAPAN HURUF HIJAIYAH DARI RONGGA MULUT
1. Huruf ء ( A )
Makhroj ketika mengucapkan huruf A berada pada tenggorokan yang terjauh.
Latihannya  :
أَ إِيْ اُوْ بأْ أُوأًَ أَنِ أَأْ نَ مِنَ الْمُوْنِ مَإِ يْأًَ أَنِ أًَ
Kesalahan pada huruf A biasanya sering terjadi ketika bertemu dengan huruf ‘ain, sehingga antara huruf hamzah dengan A seringkali saling mempengaruhi.
Contoh : a’uudzu seringkali dibaca ‘auudzu
2. Huruf ب ( BA )
Huruf ba dikeluarkan dengan cara merapatkan kedua bibir kita. Danketika mati atau ba disukun maka terdengar pantulan.
Kesalahan yang terjadi seringkali Ba lupa untuk dipantulkan suaranya.
Latihannya:
بَا بِيْ بُوْ بَبْ بُوْ بًَا بَنِ بَبْ نَ مِنَ الْمُبنِ مَبِيْبًَا بَنِبًَا
3. Huruf ت ( TA )
Huruf Ta keluar dengan menyentuhkan ujung lidah kita dengan gusi-gusi gigi seri bagian atas. Kemudian huruf Ta ketika diucapkan terdengar ada nafas yang mengalir. Atau dalam ilmu tajwid disebut dengan sifat Al-Hams.
Tidak boleh membaca huruf Ta misalkan dengan menyentuhkan ujung lidah dengan gigi kita. Kemudian sering kali nafasnya tidak mengalir ketika mengucakan huruf Ta.
Latihannya:
تَا تِتيْ تُوْ تَتْ تُوْ تًَا تَنِ تَتْ نَ مِنَ الْمُتْنِ مَتِيْتًَا تَنِتًَا
4. Huruf ث ( TSA )
Huruf Tsa dikeluarkan dengan menyentuhkan ujung lidah kita dengan dinding dua gigi seri bagian atas, diucapkan dengan suara dan nafas yang terdengar mengalir.
Biasanya huruf Tsa terjadi kesalahan pada suara yang tidak mengalir,jadi sekedar nafasnya saja yang mengalir, atau lidah yang keluar terlalu panjang. Jadi yang tepat adalah ujung lidah disentuhkan dengan dinding dua gigi seri bagian atas.
Latihannya :
ثَا ثِتيْ ثُوْ ثَتْ ثُوْ ثًَا ثَنِ ثَثْ نَ مِنَ الْمُثْنِ مَثِيْثًَا ثَنِثًَا
5. Huruf ج ( JA )
Huruf Ja dikeluarkan dengan menyentuhkan tengah-tengah lidah dengan langit langit.
Kesalahan yang sering munculketika mengucapkan huruf Ja adalah mengalirnya nafas, padahal kalau kita melihat sifat yang dimiliki huruf Ja adalah tidak boleh mengalir nafas atau disebut dengan Al-Jahr, lawan dari Al-Hams.
Latihannya :
جَا جِتيْ جُوْ بَجْ جُوْ جًا جَنِ جَجْ نَ مِنَ الْمُجْنِ مَجِيجًَا جَنجًَا
6. Huruf ح ( ha )
Huruf ha dikeluarkan dari tengah-tengah tenggorokan.
Kesalahan yang paling sering ketika mengucapkan huruf ha adalah seringkali terpengaruh dengan huruf Ha.
Latihannya :
حَا حِتيْ حُوْ بَحْ حُوْ حَااًَ حَنِ حَحْ نَ مِنَ الْمُحْنِ مَحِيحًا حَنِحًَا
7. Huruf خ ( KHO )
Huruf Kho dikeluarkan dari pangkal tenggorokan, diucapkan dengan mengalir nafas, atau lebih praktisnya pegucapan huruf Kho persis terdengar sperti orang yang tidur dalam keadaan mendengkur/mengorok.
Kesalahan pada pengucapan huruf Kho biasanya adalah suara yang tidak menebal, padahal huruf Kho memiliki sifat Al-Isti’la. Ada sebuah kaidah yaitu semua huruf yang memilki sifat Al-Isti’la mesti diucapkan dengan suara yang tebal.
Latihannya :
خَا خِتيْ خُوْ بَخْ خُوْ خَاً خَنِ خَخْ نَ مِنَ الْمُخْنِ مَخِيخًا خَنِحخًا
8. Huruf د ( DA )
Huruf Da diucapkan dengan menyantuhkan ujung lidah kita dengan bagian gusi-gusi dua gigi seri bagian atas.
Kesalahan yang sering dilakukan adalah menyentuhkan ujung lidah dengan langit-langit, dan kesalahan yang lainnya ketika mengucapkan huruf Da adalah melupakan sifat Qolqolah yang dimilki huruf Da.
Latihannya :
دَا دِيْدُوْ بَدْ دُوْ د ًَ دَنِدَدْ نَمِنَ الْمُدْنِ مَدِيد ًَ دَنِد ًَا
9. Huruf ذ ( DZA )
Huruf Dza diucapkan dengan menyentuhkan ujnug lidah dengan dinding dua gigi seri bagian atas seperti kita mengucapkan huruf Tsa,ujung liodah boleh ditampakan ataupun tidak nampak.
Kesalahan yang suka terjadi pada pengucapan huruf Dza suara yang seringkali tertahan ketika diucapkan dalam keadaan sukun atau suara seringkali dipantulkan.
Latihannya : ذَا ذِيْذُوْ بَذْ ذُوْ ذ ًَ ذَنِذَذْ نَمِنَ الْمُذْنِ مَذِيذ ًَا ذَنِذ ًَا
10. Huruf ر ( RO )
Huruf Ro diucapkan dengan menyentuhkan punggung lidah dengan langit-langit.
Laihannya :                                                                 رَا رِيْرُوْ بَرْ رُوْ ر ًَ رَنِرَرْ نَمِنَ الْمُرْنِ مَرِير ًَا رَنِر ًَا
11. Huruf ز ( ZA )
Huruf Za diucapkan dengan cara ujung lidah kita berada diantara dua gigi seri bagian atas dan bagian bawah.Menyerupai dengan pengucapan huruf Z didalam huruf latin, tetapi ingat huruf Za bersifat Al-Jahr artinya ketika kita menhucapkan huruf Za suara kita mengalir akan tetapi nafas tidak boleh mengalir.
Latihannya :                                                                زَا زِيْرُوْ بَزْ زُوْ ز ًَ زَنِزَزْ نَمِنَ الْمُزْنِ مَزِيز ًَا زَنِز ًَا
12. Huruf س ( SA )
Huruf Sa diucapkan dengan ujung lidah berada diantara dua gigi seri kita.
Diantara sifat yang menonjol ketika kita mengucapkan huruf Sa atau huruf Sin, adalah sifat Ash-Shofir dimana ketika mengucapkan huruf Sa ada suara tambahan yang menyerupai dengan suara belalang.
Latihannya :                                        سَا سِيْ سُوْ بَسْ سُوْ سًَا سَنِ سَ سْ نَمِنَ الْمُسْنِ مَسِيسًَا سَنِسًَا
13. Huruf ش ( Sya )
Huruf Sya dikeluarkan dengan cara mengangkat tengah lidah ke langit-langit. Dansifat yang dimiliki huruf Sya yang paling nampak adalah yang disebut dengan sifat At-Tafasyi yaitu menyebarnya angin didalam mulut kita.
Latihannya:                                                     شَا شِيْ شُوْ بَشْ شُوْ شًَا شَنِ شَ شْ نَمِنَ الْمُشْنِ مَشِيشًا شَنِشًَا
14. Huruf ص ( SHO )
Huruf Sho sama seperti huruf Sa dan Za, yaitu lidah berada diantara dua gigi seri, untuk memudahkan pengucapan huruf Sho perhatikan sifat Ash-Shofir yang dimiliki oleh huruf Sho, yaitu suara tambahan yang terdengar menyerupai dengan suara angsa.
Dan ingat ketika kita mengucapkan huruf fathah maka bibir kita tidak boleh diucapkan dengan monyong, satu hal yang mesti kita ingat setiap mengucapkan huruf fathah maka dibuka rongga mulutnya dengan sempurna. Tidak ada huruf fathah yang diucapkan dengan cara memonyongkan dua bibir kita.
Latihannya:                                         صَا صِيْ صُوْ بَصْ صُوْ صًا صَنِ صَصْ نَمِنَ الْمُصْنِ مَصِيصًا صَنِصًَا
15. Huruf ض ( DHO )
Huruf Dho diucapkan dengan menyentuhkan sisi lidah kita dengan graham-graham atas, boleh salahsatu sisi disentuhkan dengan salahsatu graham atas kita, atau boleh juga menyentuhkan dua sisi lidah kita dengan dua graham kita.
Diantara sifat yang menonjol pada pengucapan huruf Dho adalah sifat Al-Istitholah, yaitu suara kita memanjang dan terdengar lembut suaranya ketika diucapkan dan memanjang suara kita.
Latihannya : ضَا ضِيْ ضُوْ بَضْ ضُوْ ضًا ضَنِ ضَضْ نَمِنَ الْمُضْنِ مَضِيضًا ضَنِضًَا
16. Huruf ط ( THO )
Huruf Tho diucapkan dengan menyentuhkan ujung lidah dengan gusi-gusi dua gigi seri bagian atas. Sifat yang dimiliki oleh huruf Tho yang mesti nampak ketika kita ucapkan adalah sifat Al-Isti’la dan sifat Al-Itbakh,sehingga dengan dua sifat ini maka ketika Tho diucapkan suara kita terdengar menebal.Dan dalam posisi sukun Tho memiliki sifat Qolqolah sehingga suaranya mesti terdengar mantul.
Latihannya :                                                                طَا طِيْ طُوْ بَطْ طُوْ طًا طَنِ طَ طْ نَمِنَ الْمُطْنِ مَطِيطًا طَنِطًَا
17. Huruf ظ ( ZHO )
Huruf Zho diucapkan dengan menyentuhkan ujung lidah dengan dua gigi seri bagian atas sebagaimana kita mengucapkan huruf Dza, yang membedakannya adalah Zho memiliki sifat Al-Isti’la dan sifat Al-Itbakh yang tidak dimilki oleh huruf Dza, sehingga Dza terdengar lebih tipis dibandingkan dengan Zho.
Latihannya :                                                                ظَا ظِيْ ظُوْ بَظْ ظُوْ ظًا ظَنِ ظَ ظْ نَمِنَ الْمُظْنِ مَظِيظًا ظَنِظًا
18. Huruf ع ( AIN )
Huruf Ain dikeluarkan dari tengah-tengah tenggorokan seperti kita mengucapkan huruf ha.
Kesalahan sering muncul huruf ‘Ain seringkali diucapkan dengan suara memasuki hidung. Dan perhatikan juga ketika huruf Ain disukun maka suara kita tidakboleh mati.
Latihannya :                                                                عَا عِيْ عُوْ بَعْ عُوْ عًا عَنِ عَ عْ نَمِنَ الْمُعْنِ مَعِيعًا عَنِعًا
19. Huruf غ ( GHO )
Huruf GHO diucapkan seperti kita mengucaokan huruf Kho, yaitu diucapkan dari pangkal tenggorokan kita, yang membedakannya adalah Kho mengalir nafas dan Gho tidakmengalir nafas. Dan keduanya memiliki persamaan yaitu keduanya memiliki sifat Al-Isti’la sehingg kedua huruf tersebut ketika diucapkan suara kita mesti terdengar menebal.
Perhatikan posisi mulut kita ketika mengucapkan dalam keadaan fathah tidak dimponyongkan tapi terbuka, ketika dhomah baru bibir kita dimonyongkan sehingga keluar vocal u dengan sempurna. Dan diucapkan dengan suara yang lembut.
Latihannya :                                                                غَا غِيْ غُوْ بَغْ غُوْ غًا غَنِ غَ غْ نَمِنَ الْمُغْنِ مَغِيغًا غَنِغًا

20. Huruf ف ( FA )
Huruf Fa diucapka dengan menyentuhkan ujung dua gigi seri kita bagian atas dengan bibir bawah bagian dalam, sepeti kita mengucapkan huruf F didalam huruf latin.
Suara dan angina mesti keluar dengan lembut.
Latihannya :                                                                فَا فِيْ فُوْ بَفْ فُوْ فًا فَنِ فَ فْ نَمِنَ الْمُفْنِ مَفِيفًا فَنِفًا
21. Huruf ق ( QO )
Huruf Qo diucapkan dengan cara menyentuhkan pangkal lidah kita dengan langit-langit bagian belakang, diucapkan dengan suara yang tebal dan dalam posisi sukun maka terdengar pantulan suara.
Latihannya :                                                                قَا قِيْ قُوْ بَقْ قُوْ قًَا قَنِ قَ قْ نَمِنَ الْمُقْنِ مَقِيقًا قَنِقًا
22. Huruf ك ( KA )
Huruf Ka diucapkan dengan mengangkat pangkal lidah kita keposisi didepan huruf Qof. Diucapkan dengan mengalirkan nafas kita.
Latihannya :                                                                كَا كِيْ كُوْ بَكْ كُوْ كًا كَنِ كَ كْ نَمِنَ الْمُكْنِ مَكِيكًا كَنِكًا
23. Huruf ل ( LA )
Huruf La diucapkan dengan menyentuhkan ujung lidah kita disentuhkan dengan langit-langit didepan pengucapan huruf Ro.
Latihannya :                                                                لاَ لِيْ لُوْ بَلْ لُوْ لاًَ لَنِ لَ لْ نَمِنَ الْمُلْنِ مَلِيلاًَ لَنِلاًَ
24. Huruf م ( MA )
Huruf Ma diucapkan dengan cara merepatkan dua bibir.
Latihannya :                                                                ماَ ميْ مُوْ بَمْ مُوْ ماًَ مَنِ مَ مْ نَمِنَ الْمُمْنِ مَمِيماًَ مَنِماًَ
25. Huruf ن ( NA )
Huruf Na cara pengucapannya dengan menyentuhkan ujung lidah kita diantara posisi Ro dan La.
Latihannya :                                                                ناَ نيْ نُوْ بَنْ نُوْ ناًَ نَنِ نَن نَ مِنَ الْمُنْنِ مَنِيناًَ نَنِناًَ
26. Huruf و ( WA )
Huruf Wa diucapkan dengan cara memonyongkan dua biir kita.
Latihannya :                                                    واَ وِيْ وُوْ بَوْ وُوْ واًَ وَنِ وَوْ نَ مِنَ الْمُوْنِ مَوِيواًَ وَنِواًَ
27. Huruf ه ( Ha )
Huruf ha pengucapannya dikeluarkan dari tenggorokkan yang terjauh, sama seperti kita mengucapkan huruf a. Huruf Ha seringkali diucapkan dari dada, ingat didalam makhorijul huruf kita tidak mengenal pengucapan huruf-huruf dada.
Latihannya :                                                                هاَ هِيْ هُوْ بَهْ هُوْ هاًَ هَنِ هَ هْ نَ مِنَ الْمُهْنِ مَهِيهاًَ هَنِهاَ
28. Huruf ي ( YA )
Huruf Ya, makhrojnya membuka kedua bibir dengan sempurna.
Keseluruhan huruf hijaiyah memiliki posisinya masing-masing di mulut kita, mulai dari rongga tenggorokan hingga ujung bibir.




  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Makalah Kolaborasi Orang tua dan Guru


MAKALAH
KOLABORASI ORANG TUA DAN GURU


 Oleh

WAHYU PUTRI MELATI
















BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar belakang masalah
Kolaborasi orang tua dan guru dalam pendidikan anak usia dini merupakan hubungan antara lembaga paud dengan orang tua bisa berbentuk kerja sama dalam menciptakan lingkungan yang kondusif. Untuk itu guru perlu melakukan kerjasama dengan orang tua bisa dengan melakukan pertemuan – pertemuan, dan bisa juga dengan komunikasi tertulis.
Konferensi  guru dan orang tua dari murid diadakan beberapa kali untuk memberi informasi kepada orang tua mengenai kemajuan anak-anak.para guru melaporkan bahwa konferensi itu produktif dalam memberikan pengertian yang dalam tentang anak.orang tua juga percaya bahwa konferensi itu menguntungkan karena mereka mendapat kesempatan untuk mengajukan pertanyaan,mendapat jawaban atas pertanyaan mereka.
Agar konferensi orang tua berjalan dengan lancar maka guru harus membuat perencanaan, sebelum konferensi anatar guru dan orang tua dilaksanakan maka guru harus mengirim sebuah agenda kepada orang tua murid, agenda tersebut berisi daftar waktu,tempat dan masalah masalah yang akan dibahas oleh guru kepada orang tua murid.dan guru menyiapkan ruang untuk orang tua menjawab.kemudian telusuri map setiap anak dan buatlah catatan tentang kemajuannya di taman kanak-kanak.dan guru dan orang tua saling memberi pendapat tentang anak.Kemudian orang tua dan guru saling berkomunikasi untuk memecahkan masalah atau isu yang muncul selama konferensi terjadi.
B.     Rumusan masalah
·         Bagaimana merancang agenda pertemuan orang tua?
·         Bagaimana cara  membuat kuesioner orang tua?
·         Apakah komunikasi tertulis untuk orang tua ?
C.     Batasan masalah
·         Untuk mengetahui merancang agenda pertemuan orang tua
·         Untuk mengetahui cara membuat kuesiner untuk orang tua
·         Untuk mengetahui komunikasi tertulis dengan orang
BAB II
PEMBAHASAN

PERTEMUAN ORANG TUA DI  PAUD
Pendidikan anak usia dini merupakan pendidikan yang sangat mendasar dan sangat menentukan bagi perkembangan anak dikemudian hari , secara naluri keluarga (terutama orang tua) merupakan yang pertama dan utama ketika anak dilahirkan , oleh karena itu sebenarnya kita tidak bisa melarang siapa pun yang berpartisipasi dalam penyelenggaraan pendidikan anak usia dini bagi puta putrinya.
            Pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antar keluarga, masyarakat dan pemerintah sekolah merupakan bentuk pendidikan non formal adalah bersifat membantu kelanjutan pendidikan  pertama dan utama diperoleh anak dalam keluarga, sedangkan peralihan untuk pendidikan jalur luar sekolah ke jalur pendidikan sekolah (formal) memerlukan kerjasama antara orang tua dan sekolah.
            Alasan lain yang mendukung pentingnya kerjasama antara orang tua dan pendidikan adalah bahwa keterlibatan orang tua di sekolah akan meringankan guru dalam membina kepercayaan diri anak, mengurangi ketidakdisiplinan murid dan meningkatkan motivasi anak, pada guru yang menganggap orang tua sebagai pasangan atau rekan – rekan kerja yang penting dalam pendidikan anak usia dini, akan semakin menghargai dan semakin terbuka terhadap kesediaan kerjasama orang tua. Untuk mewujudkan kerjasama antara orang tua dan guru maka diadakan pertemuan orang tua di pendidikan anak usia dini dengan cara :
A.    Merancang agenda pertemuan orang tua
Konferensi guru dan orang tua dari murid diadakan beberapa kali untuk memberi informasi kepada orang tua mengenai kemajuan anak-anak.para guru melaporkan bahwa konferensi itu produktif dalam memberikan pengertian yang dalam tentang anak.orang tua juga percaya bahwa konferensi itu menguntungkan karena mereka mendapat kesempatan untuk mengajukan pertanyaan,mendapat jawaban atas pertanyaan mereka.
Agar konferensi orang tua berjalan dengan lancar maka guru harus membuat perencanaan, sebelum konferensi anatar guru dan orang tua dilaksanakan maka guru harus mengirim sebuah agenda kepada orang tua murid,agenda tersebut berisi daftar waktu,tempat dan masalah masalah yang akan dibahas oleh guru kepada orang tua murid.dan guru menyiapkan ruang untuk orang tua menjawab.kemudian telusuri map setiap anak dan buatlah catatan tentang kemajuannya di taman kanak-kanak.dan guru dan orang tua saling memberi pendapat tentang anak.Kemudian orang tua dan guru saling berkomunikasi untuk memecahkan masalah atau isu yang muncul selama konferensi terjadi.
Ada tiga alasan utama melibatkan orangtua peserta didik dalam pengembangan pendidikan di sekolah. Pertama, melalui keterlibatan orangtua akan mempunyai pengetahuan lebih banyak mengenai urusan-urusan sekolah. Kedua, lewat keterlibatan yang dilakukan orangtua peserta didik, sekolah akan memperoleh gagasan keahlian, yang semuanya akan membantu sekolah ke arah lebih baik. Ketiga, dengan keterlibatan orangtua peserta didik akan berada dalam posisi yang jauh lebih baik untuk mengevaluasi sekolah secara adil dan efektif, (Gorton; 1976:348-349).
Dalam perencanaan pertemuan dengan orang tua dipaud, kadang kalanya orang tua tidak dapat melakukan pertemuan dipaud,dan alternatif lainnya dengan melakukan home visit. Pada hakekatnya kegiatan home visit ini adalah salah satu usaha menciptakan suasana pendidikan yang kondusif, harmonis antara pihak sekolah dan orangtua peserta didik. Dengan ada home visit ini, maka tindakan pendidikan terhadap peserta didik akan memiliki arah yang sama antara pendidikan yang ada di sekolah dengan kehidupan peserta didik sehari-hari di rumah. Arah pendidikan yang sama ini akan menjadikan pendidikan di sekolah selalu terdukung dengan kondisi peserta didik di rumah. Seandainya pendidikan di sekolah tidak searah dengan kebiasaan kehidupan peserta didik di rumah, maka pendidikan akan “bertepuk sebelah tangan”. Misalnya di sekolah diajarkan bagaimana cara berpakain muslimah yang baik ?, akan tetapi setelah peserta didik pulang ke rumah, apa yang telah di pelajari di sekolah tidak sesuai dengan kenyataan yang ada di rumah. Seperti orangtua membelikan baju putrinya sesuai dengan model masa kini yang dapat dikatakan “you can see” atau pakaian orangtua peserta didik yang tidak mendukung terhadap apa yang telah diajarakan di bangku sekolah. Jika pendidikan semacam ini (tidak searah) terjadi, maka yang akan terjadi adalah ketimpangan dalam dunia pendidikan.
Pemaparan tentang program sekolah yang berupa home visit di atas maka dapar diketahui ada beberapa tujuan home visit yaitu untuk:
1.      Meningkatkan hubungan harmonis antara sekolah dengan orangtua peserta didik.
2.      Memperkenalkan program-program sekolah kepada orangtua
3.      Menyelesaikan masalah-masalah peserta didik di sekolah.
4.      Memberdayakan atau keterlibatan orangtua peserta didik terhadap pengembangan sekolah.
Kegaiatan home visit ini merupakan kegiatatan humas yang dapat memberikan umpan balik (feed back) dari orangtua peserta didik kepada pihak sekolah. Kegiatan home visit ini secara langsung melibatkan orangtua peserta didik berpartisipasi dalam pengembangan dan peningkatan mutu pendidikan sekolah. Mengenai bentuknya dapat berupa moral, bantuan tenaga, pemikiran atau berupa bantuan material yang tentunya disesuaikan dengan kemampuan masing masing orangtua peserta didik.Dengan demikian, tujuan sekolah dengan program home visit-nya  akan dapat tercapai dengan baik. Melalui kunjungan rumah ini pula, pendidik akan mengetahui secara utuh kegiatan peserta didik ketika berada di rumah. Apabila peserta didik dapat diketahui secara totalitas aspek kepribadiaannya maka program pendidikan akan mudah dilaksanakan termasuk kesulitan belajar peserta didik dapat teratasi , (Indrafachrudi;1994:69).
B.     Membuat kuesioner orang tua
Kuisioner yaitu cara pengumpulan data tentang anak, dengan cara mengajukan beberapa pertanyaan kepada orang tua murid.Salah satu contoh kuisioner yang kami buat yaitu kuisioner untuk orang tua yang mempunyai anak autisme.M-Chat (Modified Checklist for Autism in Toddlers) adalah daftar pertanyaan yangdapat digunakan sebagai pegangan orang tua atau terapis untuk menentukan derajat spektrum autisme anak. Berikut adalah pertanyaan penting bagi orang tua :
Salah satu upaya meningkatkan perkembangan dan kecerdasan majemuk anak didik, untuk pencapaian tujuan belajar secara optimal maka guru membuat kuesioner untuk orang tua. Yang mana kuesioner ini berupa angket yang diberikan kepada orangtua dalam bentuk pertanyaan. Contoh : apakah ibu / orang tua pernah menanyakan kepada anak tentang kegiatan di sekolah ?
a.       Pernah
b.      Sering
c.       Kadang – kadang
d.      Tidak pernah sama sekali
Dari hasil ini tentunya sangat berguna bagi guru, dari hasil ini guru bisa menilai dan membandingkan jawaban antara masing – masing orang tua dimana guru bisa mengambil kesimpulan dan menilai orang tua yang peduli dan mau di ajak bekerjasama dan orang tua yang kurang peduli dan sulit untuk diajak bekerjasama dalam mendidik anaknya.
C.     Komunikasi Tertulis Untuk Orangtua
Hak orang tua untuk mengetahui kemajuan pendidikan anaknya dapat direalisasikan dengan terjalinnya komunikasi efektif antara guru dan orang tua. Komunikasi tertulis untuk orang tua dapat dilakukan guru , sewaktu guru merasa perlu untuk memberi tahu kepada orang tua tentang perkembangan atau keadaannya di sekolah hal ini dapat dilakukan guru melalui secarik kertas, buku penghubung guru dengan orang tua ataupun berupa surat undangan rapat untuk membicarakan perkembangan anak secara umum.
Bentuk komunikasi tertulis berupa surat menyurat yang diperlukan terutama pada waktu yang sangat diperlukan perbaikan perkembangan anak didik, seperti surat peringatan dari guru kepada orang tua jika anaknya perlu lebih giat lagi, sering tidak masuk tanpa keterangan sering membuat keributan dan sebaginya. Beberapa macam Komunikasi tertulis adalah membaca dan menulis. Kedua ragam komunikasi tertulis ini tidak dapat dipisahkan satu sama lain, saling terkait erat. Komunikasi tertulis telah dikenal anak sebelum mereka masuk sekolah.
Komunikasi tertulis adalah penyampaian dan penerimaan pesan yang menggunakan tulisan sebagai sarananya. Adapun tulisan adalah suatu sistem komunikasi manusia yang menggunakan tanda-tanda yang dapat dilihat (Barton, 1994:110). Secara sederhana, tulisan adalah wakil atau gambaran dari komunikasi lisan yang dituangkan ke dalam tanda-tanda yang dapat dibaca atau dilihat dengan nyata. Oleh karena itu pula, segenap unsur yang tertuang dalam tulisan mencerminkan atau melambangkan unsur­unsur yang mewakili komunikasi lisan.
Berkomunikasi dengan orangtua merupakan salah satu tanggung jawab pendidik. Demikian juga dengan orangtua, mereka perlu menjalin komunikasi dengan pendidik. Komunikasi timbal balik ini akan sangat efektif untuk memberikan layanan yang berkualitas kepada anak usia dini.  Orangtua dan pendidik saling berbagi informasi baik mengenai program lembaga maupun tentang individual anak.
Contoh-contoh komunikasi tertulis untuk orang tua
Biasanya orang tua mempunyai waktu sebentar untuk berbicara dengan guru ketika mereka mengantar dan menjemput anaknya. Untuk itu perlulah komunikasi tertulis untuk orang tua.contohnya surat email dan surat  menjaga komunikasi antara guru orang tua tetap hidup.orang tua merasa dihormati dan dihargai bila para guru kirim email kepada mereka mengenai kemajuan yang sedang dilakukan anak mereka atau bagaimana anak mereka menolong anak lain,memecahkan masalah,atau mengatasi tantangan yang berat sekali,dan ada pula pesan pesan yang tertulis yang berbentuk surat yang  diberikan guru kepada orang tua.surat tersebut dapat berisi pesan pesan tentang perkembangan kemajuan anak,kelebihan maupun kelemahan anak.













BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Setiap kegiatan yang dilaksanakan pastilah diharapkan dapat terlaksana dengan baik. Keberhasilan suatu program yang dilaksanakan dilihat secara menyeluruh baik dari proses, hasil dan dampak – dampaknya. Kegiatan dinyatakan berhasil harus mengacu kepada standar pengukuran yang jelas, baik secara kualitatif maupun secara kuantitatif.
Alasan lain yang mendukung pentingnya kerjasama antara orang tua dan pendidikan adalah bahwa keterlibatan orang tua di sekolah akan meringankan guru dalam membina kepercayaan diri anak, mengurangi ketidakdisiplinan murid dan meningkatkan motivasi anak, pada guru yang menganggap orang tua sebagai pasangan atau rekan – rekan kerja yang penting dalam pendidikan anak usia dini, akan semakin menghargai dan semakin terbuka terhadap kesediaan kerjasama orang tua

B.     Saran
Bagi orang tua yang sibuk dengan pekerjaan dan sulit untuk meluangkan waktu untuk anak dan keluarganya, maka kita sebagai calon pendidik perlu mengambil keputusan yang tepat yaitu jika kita ingin mengadakan pertemuan dengan orang tua maka guru perlu merancang agenda pertemuan itu di awal agar orang tua bisa mempersiapkan diri sebelumnya dan bisa datang untuk memenuhi panggilan tersebut.





DAFTAR PUSTAKA

Nurhafizah. 2011.Kolaborasi orang tua dan guru dalam pendidikan anak usia dini.Padang: FIP UNP




  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS