MAKALAH
KOLABORASI
ORANG TUA DAN GURU
WAHYU
PUTRI MELATI
1200800 / 2012
PENDIDIKAN GURU PENDIDIKAN ANAK
USIA DINI
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2013
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang masalah
Kolaborasi
orang tua dan guru dalam pendidikan anak usia dini merupakan hubungan antara
lembaga paud dengan orang tua bisa berbentuk kerja sama dalam menciptakan
lingkungan yang kondusif. Untuk itu guru perlu melakukan kerjasama dengan orang
tua bisa dengan melakukan pertemuan – pertemuan, dan bisa juga dengan
komunikasi tertulis.
Konferensi
guru dan orang tua dari murid diadakan
beberapa kali untuk memberi informasi kepada orang tua mengenai kemajuan
anak-anak.para guru melaporkan bahwa konferensi itu produktif dalam memberikan
pengertian yang dalam tentang anak.orang tua juga percaya bahwa konferensi itu
menguntungkan karena mereka mendapat kesempatan untuk mengajukan
pertanyaan,mendapat jawaban atas pertanyaan mereka.
Agar
konferensi orang tua berjalan dengan lancar maka guru harus membuat
perencanaan, sebelum konferensi anatar guru dan orang tua dilaksanakan maka
guru harus mengirim sebuah agenda kepada orang tua murid, agenda tersebut
berisi daftar waktu,tempat dan masalah masalah yang akan dibahas oleh guru
kepada orang tua murid.dan guru menyiapkan ruang untuk orang tua
menjawab.kemudian telusuri map setiap anak dan buatlah catatan tentang
kemajuannya di taman kanak-kanak.dan guru dan orang tua saling memberi pendapat
tentang anak.Kemudian orang tua dan guru saling berkomunikasi untuk memecahkan
masalah atau isu yang muncul selama konferensi terjadi.
B. Rumusan
masalah
·
Bagaimana merancang
agenda pertemuan orang tua?
·
Bagaimana cara membuat kuesioner orang tua?
·
Apakah
komunikasi tertulis untuk orang tua ?
C. Batasan
masalah
·
Untuk mengetahui
merancang agenda pertemuan orang tua
·
Untuk mengetahui
cara membuat kuesiner untuk orang tua
·
Untuk mengetahui
komunikasi tertulis dengan orang
BAB II
PEMBAHASAN
PERTEMUAN
ORANG TUA DI PAUD
Pendidikan anak usia dini merupakan pendidikan yang
sangat mendasar dan sangat menentukan bagi perkembangan anak dikemudian hari ,
secara naluri keluarga (terutama orang tua) merupakan yang pertama dan utama
ketika anak dilahirkan , oleh karena itu sebenarnya kita tidak bisa melarang
siapa pun yang berpartisipasi dalam penyelenggaraan pendidikan anak usia dini
bagi puta putrinya.
Pendidikan
merupakan tanggung jawab bersama antar keluarga, masyarakat dan pemerintah sekolah
merupakan bentuk pendidikan non formal adalah bersifat membantu kelanjutan
pendidikan pertama dan utama diperoleh
anak dalam keluarga, sedangkan peralihan untuk pendidikan jalur luar sekolah ke
jalur pendidikan sekolah (formal) memerlukan kerjasama antara orang tua dan
sekolah.
Alasan
lain yang mendukung pentingnya kerjasama antara orang tua dan pendidikan adalah
bahwa keterlibatan orang tua di sekolah akan meringankan guru dalam membina
kepercayaan diri anak, mengurangi ketidakdisiplinan murid dan meningkatkan
motivasi anak, pada guru yang menganggap orang tua sebagai pasangan atau rekan
– rekan kerja yang penting dalam pendidikan anak usia dini, akan semakin
menghargai dan semakin terbuka terhadap kesediaan kerjasama orang tua. Untuk
mewujudkan kerjasama antara orang tua dan guru maka diadakan pertemuan orang
tua di pendidikan anak usia dini dengan cara :
A.
Merancang agenda
pertemuan orang tua
Konferensi
guru dan orang tua dari murid diadakan beberapa kali untuk memberi informasi
kepada orang tua mengenai kemajuan anak-anak.para guru melaporkan bahwa
konferensi itu produktif dalam memberikan pengertian yang dalam tentang
anak.orang tua juga percaya bahwa konferensi itu menguntungkan karena mereka
mendapat kesempatan untuk mengajukan pertanyaan,mendapat jawaban atas
pertanyaan mereka.
Agar konferensi orang tua berjalan
dengan lancar maka guru harus membuat perencanaan, sebelum konferensi anatar
guru dan orang tua dilaksanakan maka guru harus mengirim sebuah agenda kepada
orang tua murid,agenda tersebut berisi daftar waktu,tempat dan masalah masalah
yang akan dibahas oleh guru kepada orang tua murid.dan guru menyiapkan ruang
untuk orang tua menjawab.kemudian telusuri map setiap anak dan buatlah catatan
tentang kemajuannya di taman kanak-kanak.dan guru dan orang tua saling memberi
pendapat tentang anak.Kemudian orang tua dan guru saling berkomunikasi untuk
memecahkan masalah atau isu yang muncul selama konferensi terjadi.
Ada
tiga alasan utama melibatkan orangtua peserta didik dalam pengembangan pendidikan
di sekolah. Pertama, melalui keterlibatan orangtua akan mempunyai pengetahuan
lebih banyak mengenai urusan-urusan sekolah. Kedua, lewat keterlibatan yang
dilakukan orangtua peserta didik, sekolah akan memperoleh gagasan keahlian,
yang semuanya akan membantu sekolah ke arah lebih baik. Ketiga, dengan
keterlibatan orangtua peserta didik akan berada dalam posisi yang jauh lebih
baik untuk mengevaluasi sekolah secara adil dan efektif, (Gorton;
1976:348-349).
Dalam
perencanaan pertemuan dengan orang tua dipaud, kadang kalanya orang tua tidak
dapat melakukan pertemuan dipaud,dan alternatif lainnya dengan melakukan home
visit. Pada hakekatnya kegiatan home visit ini adalah salah satu usaha
menciptakan suasana pendidikan yang kondusif, harmonis antara pihak sekolah dan
orangtua peserta didik. Dengan ada home visit ini, maka tindakan pendidikan
terhadap peserta didik akan memiliki arah yang sama antara pendidikan yang ada
di sekolah dengan kehidupan peserta didik sehari-hari di rumah. Arah pendidikan
yang sama ini akan menjadikan pendidikan di sekolah selalu terdukung dengan
kondisi peserta didik di rumah. Seandainya pendidikan di sekolah tidak searah
dengan kebiasaan kehidupan peserta didik di rumah, maka pendidikan akan
“bertepuk sebelah tangan”. Misalnya di sekolah diajarkan bagaimana cara
berpakain muslimah yang baik ?, akan tetapi setelah peserta didik pulang ke
rumah, apa yang telah di pelajari di sekolah tidak sesuai dengan kenyataan yang
ada di rumah. Seperti orangtua membelikan baju putrinya sesuai dengan model
masa kini yang dapat dikatakan “you can see” atau pakaian orangtua peserta
didik yang tidak mendukung terhadap apa yang telah diajarakan di bangku
sekolah. Jika pendidikan semacam ini (tidak searah) terjadi, maka yang akan
terjadi adalah ketimpangan dalam dunia pendidikan.
Pemaparan
tentang program sekolah yang berupa home visit di atas maka dapar diketahui ada
beberapa tujuan home visit yaitu untuk:
1.
Meningkatkan hubungan harmonis antara sekolah dengan orangtua peserta didik.
2.
Memperkenalkan program-program sekolah kepada orangtua
3.
Menyelesaikan masalah-masalah peserta didik di sekolah.
4.
Memberdayakan atau keterlibatan orangtua peserta didik terhadap pengembangan
sekolah.
Kegaiatan
home visit ini merupakan kegiatatan humas yang dapat memberikan umpan balik
(feed back) dari orangtua peserta didik kepada pihak sekolah. Kegiatan home
visit ini secara langsung melibatkan orangtua peserta didik berpartisipasi
dalam pengembangan dan peningkatan mutu pendidikan sekolah. Mengenai bentuknya
dapat berupa moral, bantuan tenaga, pemikiran atau berupa bantuan material yang
tentunya disesuaikan dengan kemampuan masing masing orangtua peserta
didik.Dengan demikian, tujuan sekolah dengan program home visit-nya akan
dapat tercapai dengan baik. Melalui kunjungan rumah ini pula, pendidik akan
mengetahui secara utuh kegiatan peserta didik ketika berada di rumah. Apabila
peserta didik dapat diketahui secara totalitas aspek kepribadiaannya maka
program pendidikan akan mudah dilaksanakan termasuk kesulitan belajar peserta
didik dapat teratasi , (Indrafachrudi;1994:69).
B.
Membuat
kuesioner orang tua
Kuisioner
yaitu cara pengumpulan data tentang anak, dengan cara mengajukan beberapa
pertanyaan kepada orang tua murid.Salah satu contoh kuisioner yang kami buat
yaitu kuisioner untuk orang tua yang mempunyai anak autisme.M-Chat (Modified
Checklist for Autism in Toddlers) adalah daftar pertanyaan yangdapat digunakan
sebagai pegangan orang tua atau terapis untuk menentukan derajat spektrum
autisme anak. Berikut adalah pertanyaan penting bagi orang tua :
Salah satu upaya meningkatkan
perkembangan dan kecerdasan majemuk anak didik, untuk pencapaian tujuan belajar
secara optimal maka guru membuat kuesioner untuk orang tua. Yang mana kuesioner
ini berupa angket yang diberikan kepada orangtua dalam bentuk pertanyaan.
Contoh : apakah ibu / orang tua pernah menanyakan kepada anak tentang kegiatan
di sekolah ?
a.
Pernah
b.
Sering
c.
Kadang – kadang
d.
Tidak pernah
sama sekali
Dari hasil ini tentunya sangat berguna
bagi guru, dari hasil ini guru bisa menilai dan membandingkan jawaban antara
masing – masing orang tua dimana guru bisa mengambil kesimpulan dan menilai
orang tua yang peduli dan mau di ajak bekerjasama dan orang tua yang kurang
peduli dan sulit untuk diajak bekerjasama dalam mendidik anaknya.
C.
Komunikasi
Tertulis Untuk Orangtua
Hak orang tua untuk mengetahui kemajuan
pendidikan anaknya dapat direalisasikan dengan terjalinnya komunikasi efektif
antara guru dan orang tua. Komunikasi tertulis untuk orang tua dapat dilakukan
guru , sewaktu guru merasa perlu untuk memberi tahu kepada orang tua tentang perkembangan
atau keadaannya di sekolah hal ini dapat dilakukan guru melalui secarik kertas,
buku penghubung guru dengan orang tua ataupun berupa surat undangan rapat untuk
membicarakan perkembangan anak secara umum.
Bentuk komunikasi tertulis berupa surat
menyurat yang diperlukan terutama pada waktu yang sangat diperlukan perbaikan
perkembangan anak didik, seperti surat peringatan dari guru kepada orang tua jika
anaknya perlu lebih giat lagi, sering tidak masuk tanpa keterangan sering
membuat keributan dan sebaginya. Beberapa macam
Komunikasi tertulis adalah membaca dan menulis. Kedua ragam komunikasi tertulis
ini tidak dapat dipisahkan satu sama lain, saling terkait erat. Komunikasi
tertulis telah dikenal anak sebelum mereka masuk sekolah.
Komunikasi
tertulis adalah penyampaian dan penerimaan pesan yang menggunakan tulisan
sebagai sarananya. Adapun tulisan adalah suatu sistem komunikasi manusia yang
menggunakan tanda-tanda yang dapat dilihat (Barton, 1994:110). Secara
sederhana, tulisan adalah wakil atau gambaran dari komunikasi lisan yang
dituangkan ke dalam tanda-tanda yang dapat dibaca atau dilihat dengan nyata.
Oleh karena itu pula, segenap unsur yang tertuang dalam tulisan mencerminkan
atau melambangkan unsurunsur yang mewakili komunikasi lisan.
Berkomunikasi
dengan orangtua merupakan salah satu tanggung jawab pendidik. Demikian juga
dengan orangtua, mereka perlu menjalin komunikasi dengan pendidik. Komunikasi
timbal balik ini akan sangat efektif untuk memberikan layanan yang berkualitas
kepada anak usia dini. Orangtua dan pendidik saling berbagi informasi
baik mengenai program lembaga maupun tentang individual anak.
Contoh-contoh
komunikasi tertulis untuk orang tua
Biasanya
orang tua mempunyai waktu sebentar untuk berbicara dengan guru ketika mereka
mengantar dan menjemput anaknya. Untuk itu perlulah komunikasi tertulis untuk
orang tua.contohnya surat email dan surat menjaga komunikasi antara guru
orang tua tetap hidup.orang tua merasa dihormati dan dihargai bila para guru
kirim email kepada mereka mengenai kemajuan yang sedang dilakukan anak mereka
atau bagaimana anak mereka menolong anak lain,memecahkan masalah,atau mengatasi
tantangan yang berat sekali,dan ada pula pesan pesan yang tertulis yang
berbentuk surat yang diberikan guru kepada orang tua.surat tersebut dapat
berisi pesan pesan tentang perkembangan kemajuan anak,kelebihan maupun
kelemahan anak.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Setiap kegiatan yang dilaksanakan
pastilah diharapkan dapat terlaksana dengan baik. Keberhasilan suatu program
yang dilaksanakan dilihat secara menyeluruh baik dari proses, hasil dan dampak
– dampaknya. Kegiatan dinyatakan berhasil harus mengacu kepada standar
pengukuran yang jelas, baik secara kualitatif maupun secara kuantitatif.
Alasan lain yang mendukung pentingnya
kerjasama antara orang tua dan pendidikan adalah bahwa keterlibatan orang tua
di sekolah akan meringankan guru dalam membina kepercayaan diri anak, mengurangi
ketidakdisiplinan murid dan meningkatkan motivasi anak, pada guru yang
menganggap orang tua sebagai pasangan atau rekan – rekan kerja yang penting
dalam pendidikan anak usia dini, akan semakin menghargai dan semakin terbuka
terhadap kesediaan kerjasama orang tua
B. Saran
Bagi orang tua yang sibuk dengan
pekerjaan dan sulit untuk meluangkan waktu untuk anak dan keluarganya, maka
kita sebagai calon pendidik perlu mengambil keputusan yang tepat yaitu jika
kita ingin mengadakan pertemuan dengan orang tua maka guru perlu merancang
agenda pertemuan itu di awal agar orang tua bisa mempersiapkan diri sebelumnya
dan bisa datang untuk memenuhi panggilan tersebut.
DAFTAR PUSTAKA
Nurhafizah.
2011.Kolaborasi orang tua dan guru dalam
pendidikan anak usia dini.Padang: FIP UNP







0 komentar:
Posting Komentar