Diberdayakan oleh Blogger.

RSS

Hakekat Kolaborasi Guru dan Orang Tua


BAB I
PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang
Dalam setiap keluarga atau orang tua berbeda-beda dalam mendidik anaknya. Dan orang tua menginginkan adanya patner untuk membantu mendidik anak-anak mereka yaitu dengan memasukkan anak ke sekolah. Karena baik orang tua maupun guru selalu berharap agar anak atau anak didiknya mampu mencapai prestasi dan tumbuh serta berkembang secara optimal.Oleh karena itu pendidik adalah tanggung jawab bersama antara keluarga, masyarakat, dan pemerintah. Sekolah hanyalah membantu kelanjutan pendidikan dalam keluarga sebab pendidikan yang pertama dan utama diperoleh anak adalah dalam keluarga. Sedangkan peralihan bentuk pendidikan jalur luar sekolah ke jalur pendidikan sekolah (formal) memerlukan “kerja sama” antara orangtua dan sekolah (pendidikan).
Sikap anak terhadap sekolah terutama akan dipengaruhi oleh sikap orang tuanya. Begitu juga sangat diperlukan kepercayaan orang tua terhadap sekolah (pendidik) yang menggantikan tugasnya selama diruangan sekolah. Hal ini sangat penting untuk diperhatikan, mengingat akhir-akhir ini seringnya terjadi tindakan-tindakan kurang terpuji dilakukan anak didik, sementara orangtua seolah tidak mau tahu, bahkan cenderung menimpakan kesalahan kepada sekolah. Orang tua harus memperhatikan sekolah anaknya, yaitu dengan memperhatikan pengalaman-pengalamannya dan menghargai segala usahanya. Begitu juga orang tua harus menunjukkan kerjasamanya dalam mengarahkan cara anak belajar dirumah. Orang tua harus berusaha memotivasi dan membimbing anak dalam belajar. Bahkan berkat kerja sama orang tua anak didik dengan pendidik, banyak kekurangan anak didik yang dapat diatasi.Untuk mewujudkan kerjasama itu tentunya banyak cara yang harus dilakukan antara guru dan orang tua dalam pendidikan anak, untuk mancapai tujuan pendidikan.
Dengan adanya kerjasama itu orang tua akan dapat memperoleh pengetahuan dan pengalaman dari guru dalam mendidik anak-anaknya. Karena sekolah atau guru bukan hanya mengajar saja akan tetapi juga berusaha membentuk kepribadian anak menjadi manusia yang berwatak baik.Untuk mewujudkan kepribadian anak yang islami tentu harus melalui pendidikan. Karena pendidikan itulah satu-satunya sarana yang paling mungkin. Baik orang tua maupun guru keduanya merupakan pendidik pokok. Keduanya menyadari bahwa keduanya mempunyai aspek dan tujuan yang sama yakni mendidik anak-anak. Agar tujuan pendidikan tercapai dengan efektif dan efisien, maka kerjasama antara keduanya mutlak diperlukan. Karena orangtua memiliki tanggung jawab untuk mendidik anak-anaknya di rumah. Orang tua bertanggung jawab untuk mendidik atau mengasuh anak-anaknya agar menjadi dewasa, berkelakuan baik, memahami nilai-nilai yang berlaku dimasyarakat dan memiliki wawasan yang luas.
Disamping itu orangtua, memilki tanggung jawab untuk mendidik anak agar mereka mampu menjalani kehidupan. Sedangkan sekolah memiliki tanggung jawab untuk melindungi dan membimbing anak-anak mereka disekolah, Memberi pengajaran dan pendidikan kepada anak sesuai dengan kurikulum.Orang tua dan guru TK merupakan orang-orang yang paling penting dalam menunjang perkembangan anak. Oleh karena itu agar peran orang tua dan guru menjadi optimal maka perlu dirancang dan dilaksanakan secara terprogram. Tuntutan pelibatan keluarga pada program sekolah menjadi semakin penting karena keluarga dianggap sebagai agen terpenting yang banyak memahami tentang kondisi anak sehingga orang tua harus menjadi bagian dari program sekolah utama.   
Dengan penanganan secara bersama antara orangtua dan sekolah harapan perkembangan anak yang lebih baik akan lebih tercapai. Karena memang pada dasarnya sekolah harus merupakan suatu lembaga yang membantu bagi tercapainya cita-cita anak. Oleh karena itu perlu adanya kerjasama antara orang tua dan guru.
B.       Rumusan Masalah
·           Apakah pengertian kolaborasi guru?
·           Apakah pengertian kolaborasi orang tua?
·           Bagaimanakah ciri-ciri kolaborasi yang efektif?
C.      Tujuan
·           Untuk mengetahui pengertian kolaborasi guru.
·           Untuk mengetahui pengertian kolaborasi orang tua.
·           Untuk mengetahui ciri-ciri kolaborasi yang efektif.
·           Untuk memenuhi tugas mata kuliah kolaborasi guru dan orang tua dalam pendidikan anak.


BAB II
PEMBAHASAN
A.      Pengertian Kolaborasi Guru
Kolaborasi adalah suatu proses interaksi yang kompleks dan beragam yang melibatkan beberapa orang untuk bekerja sama dengan menggabungkan pemikiran secara berkesinambungan dalam menyikapi suatu hal di mana setiap pihak yang terlibat saling ketergantungan di dalamnya.
(http://sovasaved.wordpress.com/2011/11/03/konsep-kolaborasi/)
Guru adalah pendidik, yang menjadi tokoh, panutan, dan identitas bagi para peserta didik, dan lingkungannya. Oleh karena itu, guru harus memiliki standar kualitas pribadi tertentu, yang mencakup tanggung jawab, wibawa, mandiri dan disiplin. (Mulyasa, 2011) menjadi guru profesional, remaja rosda karya bandung
Guru merupakan agen pengetahuan yang bermutu dan mampu meningkatkan kualitas manusia seutuhnya melalui olah hati, olah pikir, olah rasa, dan olah raga. (Martinis, 2010) martinis.yamin(standarisasi kinerja guru) jakarta:gaung persada
Kolaborasi guru adalah suatu proses interaksi yang komplek yang melibatkan guru untuk membuat perencanaan pembelajaran serta menjalankan proses belajar mengajar sesuai dengan yang telah direncanakan.
Tugas Guru
Guru adalah figur seorang pemimpin. Guru adalah sosok arsitektur yang dapat membentuk jiwa dan watak anak didik. Guru bertugas mempersiapkan manusia susila yang cakap yang dapat diharapkan membangun dirinya dan membangun bangsa dan negara.
Jabatan guru memiliki banyak tugas, baik yang terikat oleh dinas maupun di luar dinas dalam bentuk pengabdian. Tugas guru tidak hanya sebagai suatu profesi, tetapi juga sebagai suatu tugas kemanusiaan dan kemasyarakatan.
Mendidik, mengajar, dan melatih anak didik adalah tugas guru sebagai suatu profesi. Tugas guru sebagai pendidik berarti meneruskan dan mengembangkan nilai-nilai hidup kepada anak didik. Tugas guru sebagai pengajar berarti meneruskan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi k33epada anak didik. Tugas guru sebagai pelatih berarti mengembangkan keterampilan dan menerapkannya dalam kehidupan demi masa depan anak didik.
Tugas kemanusiaan salah satu dari tugas guru. Karena guru harus terlibat dengan kehidupan di masyarakat dengan interaksi sosial. Guru harus menanamkan nilai-nilai kemanusiaan kepada anak didik.
Guru juga mempunyai tugas dalam bidang kemasyarakatan. Guru bertugas mendidik dan mengajar masyarakat untuk menjadi warga negara Indonesia bermoral pancasila.
Tugas guru tidak hanya sebatas dinding sekolah, tetapi juga sebagai penghubung antara sekolah dan masyarakat. Bahkan bila dirinci lebih jauh, tugas guru tidak hanya yang telah disebutkan. Menurut Roestiyah N.K., bahwa guru dalam mendidik anak didik bertugas untuk:
1.      Menyerahkan kebudayaan kepada anak didik berupa kepandaian, kecakapan, dan pengalaman-pengalaman.
2.      Membentuk kepribadian anak yang harmonis, sesuai cita-cita dan dasar negara kita pancasila
3.      Menyiapkan anak menjadi watga negara yang baik sesuai Undang-Undang Pendidikan yang merupakan Keputusan No. II Tahun 1983
4.      Sebagai perantara dalam belajar
5.      Guru adalah sebagai pembimbing, untuk membawa anak didik ke arah kedewasaan, pendidik tidak maha kuasa, tidak dapat membentuk anak menurut sekehendaknya.
6.      Guru sebagai penghubung antara sekolah dan masyarakat
7.      Sebagai penegak disiplin, guru menjadi contoh dalam segala hal tata tertib dapat berjalan bila guru dapat menjalani lebih dahulu.
8.      Guru sebagai administrator dan manajer
Guru harus dapat mengerjakan urusan tata usaha seperti membuat buku kas, daftar induk, rapor, daftar gaji dan sebagainya, serta dapat mengkoordinasi segaa pekerjaan di sekolah secara demokratis, sehingga suasana pekerjaan penuh dengan rasa kekeluargaan.

9.      Pekerjaan guru sebagai suatu profesi
10.  Guru sebagai perencana kurikulum
11.  Guru sebagai pemimpin
Guru mempunyai kesempatan dan tanggung jawab dalam banyak situasi untuk membimbing anak ke arah pemecahan soal, membentuk keputusan, dan menghadapkan anak-anak pada problem.
12.  Guru sebagai sponsor dalam kegiatan anak-anak
Guru harus turut aktif dalam segala aktifitas anak, misalnya dalam ekstrakuliler membentuk kelompok belajar dan sebagainya.
Dari uraian di atas, kita tahu bahwa tugas guru tidak ringan. Profesi guru harus berdasarkan panggilan jiwa, sehingga dapatkan haknya secara proporsional dengan gaji yang patut diperjuangkan melebihi profesi-profesi lainnya, sehingga keinginan peningkatan kompetensi guru dan kualitas belajar anak didik bukan hanya sebuah slogan di atas kertas.
(Bahri, Syaiful. 2010. Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif. Rineka Cipta: Jakarta)
Selain itu tugas guru juga sebagai berikut:
·           Guru sebagai pendidik, artinya menjadi panutan, uswatun hasanah, idola bagi peserta didiknya, memiliki standar kualitas pribadi punya tanggung jawab, berwibawa, mandiri dan disiplin.
·           Guru sebagai pengajar, artinya membantu peserta didik yang sedang berkembang untuk mempelajari sesuatu yang belum diketahuinya.
·           Guru sebagai pembimbing, artinya membantu mengarahkan proses pembelajaran yang berupa perkembangan perjalanan fisik dan mental spiritual peserta didik.
·           Guru sebagai model dan teladan, jika guru salah menyampaikan pelajaran, peserta didik dapat meniru apa yang dikatakan guru.
·           Guru sebagai pendorong kreativitas, dalam arti kecenderungan menciptakan, membangkitkan kesadaran kearah sesuatu yang baru, tidak melakukan sesuatu yang secara rutin saja.
(Asril, Zainal. 2012. Micro teaching. Grafindo: Jakarta.)




B.       Pengertian Kolaborasi Orang Tua
Orang tua adalah orang-orang yang melengkapi budaya mempunyai tugas untuk mendefinisikan apa yang dianggap baik dan apa yang dianggap buruk.
Secara umum orang tua diartikan dengan yang sudah lanjut usia yang sering disebut dengan nenek atau kakek, tetapi orang tua yang diartikan oleh Ngalim Poerwanto(1987:47), orang tua adalah pendidik yang terutama dan sudah semestinya merekalah pendidik yang asli, yang menerima tugasnya dari Tuhan untuk mendidik anak-anaknya, karena itulah sudah semestinya mereka mempunyai kewajiban terhadap anak-anakanya. 
Jadi kolaborasi dengan orang tua yaitu suatu proses interaksi yang kompleks dan beragam yang melibatkan konselor, orang tua  maupun siswa dalam bekerjasama untuk memperoleh data untuk  membantu siswa dalam proses belajar maupun permasalahannya sehingga perkembangannya dapat berjalan secara optimal. Kolaborasi dengan orang tua ini sebagai salah satu pelayanan  responsif yang bersifat preventif atau pencegahan.  
TUGAS ORANG TUA
·         Membantu anak untuk menejemen diri
·         Melakukan intervensi kognitif pada diri anak
·         Memberikan atribusi positif pada anak
·         Memberikan hukuman yang tepat
·         Membantu anak agar mampu mengopserfvasi dirinya
·         Anak di dorong untuk berdialog dengan prilaku- prilaku taat moral dalam kehidupannya setiap hari
C.      Pentingnya Kolaborasi Orang Tua dan Guru dalam Mengembangkan Kemampuan AUD
Orang tua sebagai mitra guru  dalam pendidikan anak usia dini perlu mengetahui pembelajaran yang dilaksanakan anak di sekolah. Karena apabila orang tua  pasif dan tidak memperhatikan anaknya maka anak  dalam menerima pelajaran dari sekolah merasa bingung dengan dua dunia yang berbeda. Pembiasan-pembiasaan di rumah berbeda dengan apa yang diajarkan di sekolah sehingga anak akan menemui masalah dalam pembelajaran dan penyesuaian. Apalagi dalam pendidikan anak usia dini yang merupakan peletak dasar pendidikan pada anak.
Orang tua juga harus bisa menjadi pendukung pembelajaran anak di sekolah. Orang tua harus  merespons positif semua pembelajaran yang berasal dari sekolah dan menuntun anak untuk mengerjakannya sehingga anak merasa bertanggung jawab terhadap dirinya berdasarkan bimbingan dari sekolah dan arahan orang tuanya.
Orang tua juga berperan  sebagai peserta aktif dalam pembelajaran sekolah. Di sini orang tua dan guru saling bekerja sama dan berkomunikai, memberikan masukan-masukan tentang pemberian PR dan permasalahan anak sehingga terjalin kesamaan sikap serta norma yang akan memantapkan anak dalam pembelajaran dan perkembangannya. Kerjasama seperti ini bisa membantu anak mencegah kesulitan belajar dan penyesuaian. Maka apabila telah terjalin hubungan yang baik antara guru dan orang tua maka guru dan orang tua akan sama-sama dapat mengembangkan semua potensi yang ada pada Anak Usia Dini.perkembangan anakpun akan optimal karena adanya tujuan yang sama antara guru dan orang tua. (blogspot.com)
D.      Ciri-Ciri Kolaborasi yang efektif
Elemen kunci efektivitas kolaborasi
  1. Kerjasama  Menghargai pendapat orang lain dan bersedia untuk memeriksa beberapa alternatif pendapat dan perubahan kepercayaan antara orang tua dan guru.
  2. Komunikasi  Setiap anggota bertanggung jawab untuk membagi informasi penting mengenai isu yang terkait.
  3. Kolegalitas à Saling menghargai.
  4. Konsep dengan arti yang sama à Mutualitas dimana individu mengartikannya sebagai suatu hubungan yang memfasilitasi proses dinamis antara orang-orang yang ditandai oleh keinginan maju untuk mencapai tujuan dan kepuasan setiap anggota.
  5. Kepercayaan à Konsep umum untuk semua elemen kolaborasi. Tanpa rasa pecaya,  kerjasama tidak akan ada, asertif menjadi ancaman, menghindar dari tanggung jawab, terganggunya komunikasi.
1.                Supporting : orang tua di rumah memberi dukungan dan dorongan secara wajar. Sedangkan di sekolah konselor memberi dukungan penuh dengan mengembangkan kelas yang menyenangkan dimana kebutuhan tiap individu terpenuhi. 
2. Understanding : orang tua memahami bahwa setiap anak berbeda dan memberi banyak dukungan untuk perkembangan dengan cara yang berbeda–beda. Sedangkan guru di sekolah memahami bahwa setiap individu membutuhkan perlakuan yang berbeda dan dukungan yang berbeda pula. 
3. Caring : memberi perhatian kepada anak secara mendalam, mengawasi perkembangannya dan memberi pujian. 
4. Communication : berbicara sesuai dengan pikiran anak dan mendengarkan apa yang diutarakan serat menjawab pertanyaan mereka.
5. Experimentation : memberi mereka peluang untuk bereksperimen dan memecahkan masalah dengan tuntas.
6. Sharing : mendorong anak untuk mengungkapkan perasaan, pengalaman, pikiran, dan menawarkan saran–saran.
7. Success : memuji usaha anak serta kreatifitasnya. Dasar – dasar keberhasilan belajar terbentuk jika anak punya rasa kepercayaan diri dan kepercayaan mengatasi masalah.

E.       Manfaat kolaborasi
  1. Memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas dengan menggabungkan keahlian unik profesional.
  2. Memaksimalkan produktivitas serta efektivitas dan efesiensi sumber daya.
  3. Meningkatkan profesionalisme, loyalitas, dan kepuasan kerja.
  4. Meningkatkan kohesivitas antar tenaga kesehatan profesional
  5. Memberikan kejelasan peran dalam berinteraksi antar tenaga kesehatan profesional,
























Bab III
Penutup
A.     Kesimpulan
Kolaborasi dengan orang tua yaitu suatu proses interaksi yang kompleks dan beragam yang melibatkan konselor, orang tua  maupun siswa dalam bekerjasama untuk memperoleh data untuk  membantu siswa dalam proses belajar maupun permasalahannya sehingga perkembangannya dapat berjalan secara optimal. Kolaborasi dengan orang tua ini sebagai salah satu pelayanan  responsif yang bersifat preventif atau pencegahan.  
Ciri-ciri kolaborasi yang efektif adalah Supporting, Understanding, Caring, Communication, Experimentation,Sharing, Success.
B.       Saran
Jika ada kritik dan saran untuk makalah ini kami sangat mengharapkannya, demi perbaikan makalah selanjutnya. Terima kasih.



         


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar