Diberdayakan oleh Blogger.

RSS

Pengertian dan Pentingnya Sosial Emosi dan Agama Moral

MAKALAH
METODOLOGI PENGEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL AUD
“PENTINGNYA PERKEMBANGAN SOSIAL EMOSI AGAMA DAN MORAL AUD”

 
KELOMPOK 4:

WAHYU PUTRI MELATI              1200800
DESI RATNA SARI                       1200784
NELA CHINTYA                            1200831
DITHA FRADINA                          1200824
ANNISA MUHARAMMAH          1200835


PENDIDIKAN GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2014


COVER
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI

 BAB I PENDAHULUAN ………………………………………………………………... 1
1.1    Latar Belakang ……………………………………………….……………………..... 1
1.2    Rumusan Masalah ………………………………………………………………...….  1
1.3    Tujuan ……………………………………………………………..…………………. 1
BAB II PEMBAHASAN ……………………………………………………………...….. 2
2.1    Pengertian Perkembangan Sosial dan Emosi…………………...…………….…….... 2
2.2    Pengertian Perkembangan Agama dan Moral …………..………………………….... 2
2.3    Pentingnya Perkembangan Sosial dan Emosi…………………………………… 3
2.4    Pentingnya Perkembangan Agama dan Moral..……………………………………… 5

 BAB III PENUTUP …………………………………………………………………..…. 7
3.1    Kesimpulan ………………………………………………………………..………... 7
3.2    Saran ………………………………………………………………………………... 7
 DAFTAR PUSTAKA



BAB I
PENDAHULUAN

1.1.   Latar Belakang
Perkembangan sosial, emosi, agama dan moral sangat penting untuk dikenalkan dan diajarkan sejak dini untuk itu dibutuhkan peran serta guru dan orangtua dalam mengembangkannya. Dan anak pada usia dini juga berada dalam masa golden age yang merupakan masa penting dalam pertumbuhan dan perkembangannya.
1.2   Rumusan Masalah
  1. Apa pengertian perkembangan sosial dan  emosi?
  2. Apa pengertian perkembangan agama dan moral ?
  3. Apa pentingnya perkembangan sosial dan emosi ?
  4. Apa pentingnya perkembangan agama dan moral?
1.3   Tujuan
  1. Mengetahui pengertian perkembangan sosial dan  emosi.
  2. Memahami pengertian perkembangan agama dan moral .
  3. Mengetahui pentingnya perkembangan sosial dan emosi .
  4. Mengetahui pentingnya perkembangan agama dan moral.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1  Pengertian Perkembangan Sosial dan Emosi
Menurut Harlock (1978 : 250) perkembangan sosial merupakan perolehan kemampuan berperilaku yang sesuai dengan tuntutan sosial. Sosialisasi adalah kemampuan bertingkah laku sesuai dengan norma dan nilai. Sementara emosi adalah suatu keadaan atau situasi yang utuh dapat berupa pikiran ataupun perasaan yang nampak pada perubahan biologis yang muncul dari perilaku seseorang. Bahasa emosi mengarah pada sebuah perasaan atau pikiran. Jadi seseorang dikatakan berkembang emosinya apabila ia sudah mampu menunjukkan tindakan yang sesuai dengan aturan yang telah dibuat.
2.2  Pengertian Perkembangan Agama dan Moral
Seiring dengan perkembangan sosial, anak-anak usia prasekolah juga mengalami perkembangan moral dan agama. Adapun yang dimaksud dengan perkembangan moral adalah perkembangan yang berkaitan dengan aturan dan konvensi mengenai apa yang seharusnya dilakukan oleh manusia dalam interaksinya dengan orang lain. Anak-anak ketika dilahirkan tidak memiliki moral (imoral). Tetapi dalam dirinya terdapat potensi moral yang siap berinteraksi dengan orang lain (dengan orang tua, saudara dan teman sebaya), anak belajar memahami tentang perilaku mana yang baik, yang buruk, yang boleh dikerjakan dan tingkah laku mana yang buruk, yang tidak boleh dikerjakan.
Agama berasal dari bahasa sansekerta “gam” artinya pergi. Dan mendapat akhiran a dan awalan a menjadi jalan. Dalam masyarakat Indonesia selain kata agama dikenal juga kata din (addin) dari bahasa Arab dan relegi dari bahasa Eropa. Dengan berbagai pengertian dari beberapa Negara dapat disimpulkan bahwa agama adalah cara-cara berjalan atau cara untuk sampai pada keridhoan Tuhan. Dengan demikian agama dirumuskan sebagai satu jalan yang harus diikuti agar orang sampai ke satu tujuan yang suci dan mulis
2.3  Pentingnya Perkembangan Sosial dan Emosi
1.      Kompleksitas Kehidupan yang Dihadapi Anak
Perkembangan zaman termasuk perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni tidak seluruhnya membawa kehidupan ini menjadi lebih teratur, tenteram, damai, dan bahagia. Kondisi tersebut justru menjadikan kehidupan ini semakin kompleks, bahkan menyebabkan dunia ini semakin sulit untuk didiami, dikendalikan, dan dinikmati.
Berdasarkan hasil-hasil penelitian terhadap perilaku dan sikap sosial emosional anak, keadaan kehidupan saat ini sangat besar pengaruhnya terhadap perilaku anak. Keadaan lingkungan kehidupan saat ini banyak berakibat buruk terhadap perkembangan dan kehidupan sosial emosional anak. Ternyata kehidupan yang teramat sibuk, mengakibatkan timbulnya tekanan-tekanan pada sosial emosional anak sehingga berdampak pada anak-anak zaman sekarang, yaitu menjadi lebih mudah kesal dan marah terutama dalam menanggapi segala sesuatu mengenai dirinya.
Pembekalan dan pemberian rangsangan-rangsangan yang tepat pada emosi dan sosial anak sejak dini, yaitu sejak usia prasekolah akan memberikan kekuatan kepada mereka untuk mengenali, mengolah, mengontrol emosi secara lebih mantap sehingga diharapkan mereka akan lebih mampu untuk mengatasi berbagai masalah yang timbul selama proses perkembangan emosinya.
2.      Anak adalah Praktisi dan Investasi Masa Depan
Alasan dan faktor lain yang perlu disadari tentang pentingnya pengembangan sosial emosional anak sejak dini atau sejak mereka berada pada level prasekolah adalah anak merupakan praktisi masa depan. Keberhasilan membina anak sejak dini, merupakan kesuksesan bagi masa depan anak. Sebaliknya, kegagalan dalam memberikan pembinaan, pendidikan, pengasuhan, dan perlakuan merupakan bencana bagi kehidupan anak di kemudian hari.
Makna lain dari anak sebagai praktisi masa depan bahwa dalam diri anak perlu diberikan dan dikembangkan nilai-nilai mendasar yang dapat digunakan secara fungsional dalam kehidupannya kelak.
Diantara aspek mendasar adalah pengembangan aspek sosial emosional yang memadai. Sejak dini anak harus sudah dikenalkan pada kemampuan mengenali, mengolah dan mengontrol emosi serta perilaku sosialnya agar dapat merespons dengan baik setiap kondisi emosi dan sosial yang merangsang di hadapannya. Dengan demikian, anak mempunyai kesiapan dan kemampuan untuk beradaptasi serta mengatasi masalah dan tantangan yang timbul selama proses perkembangannya. Artinya, keterampilan-keterampilan sosial emosional yang telah mereka peroleh ketika masih kanak-kanak akan dapat mengantarkannya menjadi praktisi sejati di masa yang akan datang, yaitu menjadi sosok yang siap menghadapi dunia modern dan kompleks secara optimis dan lebih meyakinkan.
3.       Fase Strategis Pendidikan dan Pengembangan Anak
Berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa lebih dari 50% perkembangan individu terjadi pada masa usia dini. Di usia ini kecerdasan individu mengalami rangkaian perubahan yang luar biasa, dan sisanya hanya modifikasi dan pengayaan saja. Segala stimulasi dapat merangsang dimensi perkembangannya, bahkan hasil penelitian menunjukkan dapat meningkatkan semua aspek kecerdasan termasuk kecerdasan sosial emosional.
Penelitian lainnya, terutama yang terkait dengan perkembangan kepribadian anak dilakukan oleh Dr. Maria Montessori yang menyimpulkan bahwa usia sejak lahir hingga 6 tahun adalah tahun formatif, yaitu usia terpenting dalam pembentukan kepribadian individu. Kepribadian tersebut melembaga ditentukan oleh cara-cara pemecahan konflik antara sumber-sumber kesenangan awal dengan tuntutan realitas pada usia kanak-kanak.
Oleh karena itu, jangan menelantarkan anak pada masa peka tersebut. Bila kita menyia-nyiakan dan menelantarkan anak balita, mungkin anak tersebut akan membawa cap atau bekas yang sulit bahkan tidak bisa dihapus. Untuk itu fasilitasilah pertumbuhan dan belajarnya secara optimal.
4.      Upaya Mengimbangi Pandangan Tentang Keunggulan IQ Dibandingkan EI
Kecerdasan akademis sedikit kaitannya dengan kehidupan emosi karena secara umum kecerdasan akademis atau IQ (Intelligence Quotient) relatif dipengaruhi oleh factor bawaan, sedangkan kecerdasan emosi atau EI (Emotional Intelligence) dapat tumbuh dan berkembang seumur hidup dengan proses belajar. Terdapat pemikiran bahwa IQ menyumbang dalam kehidupan pribadi mereka paling banyak 20% bagi sukses dalam hidup, sedangkan 80% ditentukan factor lain, yaitu kecerdasan emosi.
Akan tetapi, bila kedua keterampilan tersebut diatas, yakni IQ dan EI tercapai secara efektif, berarti kita sebagai orang tua dan para guru telah melahirkan generasi-generasi yang hebat.
5.      Tuntutan Agar Anak Segera Memiliki Keterampilan Mengelola Emosi Sosialnya.
Terdapat kecenderungan yang sama di seluruh dunia, yaitu generasi sekarang lebih banyak memiliki kesulitan emosional dari pada generasi sebelumnya sehingga berdampak pada kemampuan sosialisasinya. Dengan demikian, perlu ada upaya peningkatan kecerdasan emosional, yaitu usaha-usaha yang diarahkan pada pengembangan dan peningkatan kualitas emosional anak sehingga mampu mengenali perasaan diri sendiri dan perasaan orang lain, mampu memotivasi diri sendiri serta mampu mengelola emosi dan perilaku sosial menjadi lebih baik. Kecerdasan emosi merupakan penentu dari keberhasilan seseorang untuk itu dari dini kecerdasan emosi harus di latih dan di kembangkan sebaik mungkin. Guru dalam pengembangan sosial emosional juga harus jeli melihat apa saja yang bisa mengembangkan social emosional anak, ia harus tau aturan dan indikator yang akan di jadikan tuntunan agar tidak asal melakukan pengembangan saja, ia juga harus memahami rambu-rambunya dan kekhasan kecerdasan emosional agar tidak tergelincir pada penyediaan lingkungan belajar yang kurang sesuai atau bahkan keliru. Secara khusus, hendaklah guru menguasai tindakan-tindakan prinsip, di antaranya: Melatih pengendalian diri, mengajarkan pengenalan emosi pada anak, melatih pengelolaan emosi anak, penerapan disiplin dengan konsep empati, mengungkapkan emosi dengan kata-kata, melakukan permainan yang dapat melatih social dan emosional anak, menanggapi perasaan anak, menjadi contoh yang baik, melatih keterampilan emosi,           
2.4  Pentingnya Perkembangan Agama dan Moral
Agama dan moral pada anak sangat penting dikembangkan. Karena pertama semakin banyaknya permasalahan yang terjadi di sekitar anak, misalnya lingkungan yang tidak baik ataupun perkembangan teknologi yang semakin canggih seperti televisi yang akan membawa dampak luar biasa pada anak karena tontonan yang tidak layak akan mempengaruhi perkembangan agama dan agama anak. Di kembangkannya agama dan moral agar ada penanaman kesadaran bahwa anak adalah penerus, pencipta, pengevaluasi, investasi masa depan yang perlu dipersiapkan secara maksimal, baik aspek perkembangan agama maupun moralnya, kemudian perkembangan moral perlu di kembangkan sejak dini karena anak memiliki masa emas perkembangan moral sesuai tahap perkembangannya . Jadi, harus di lengkapi kebutuhannya seoptimal mungkin agar tidak ada satu tahapan pun yang terlewatkan, yang terakhir karena anak tidak akan berkembang baik apabila hanya IQ, dan EI saja yang di kembangkan,karena SQ juga memiliki peran penting dalam pembentukan sikap anak dan hubungan anak dengan Sang pencipta. Dan perkembangan moral dan agama ini juga turut ambil andil dalam pembentukan karakter anak dimasa yang akan datang.























  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar